<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sash&#039; Site</title>
	<atom:link href="http://menatapsenja.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://menatapsenja.wordpress.com</link>
	<description>I have God, I have enough</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 May 2011 03:52:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='menatapsenja.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sash&#039; Site</title>
		<link>http://menatapsenja.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://menatapsenja.wordpress.com/osd.xml" title="Sash&#039; Site" />
	<atom:link rel='hub' href='http://menatapsenja.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Berbagi Keceriaan &amp; Harapan Lewat 1000BurungKertas</title>
		<link>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/12/22/berbagi-keceriaan-harapan-lewat-1000burungkertas/</link>
		<comments>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/12/22/berbagi-keceriaan-harapan-lewat-1000burungkertas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Dec 2010 03:32:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sash</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nano-nano]]></category>
		<category><![CDATA[1000burungkertas]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan sosial]]></category>
		<category><![CDATA[klikhati]]></category>
		<category><![CDATA[studio biru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menatapsenja.wordpress.com/?p=484</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda mendengar kisah tentang Seribu Burung Kertas? Jika belum, ijinkan saya menceritakan kembali kisah ini. Di Jepang, ada sebuah mitos tentang seribu burung kertas, mitos ini mengatakan bahwa barangsiapa yang bisa merangkai seribu burung kertas, maka apapun yang menjadi doa dan harapannya akan terwujud. Mitos ini diyakini oleh banyak orang dan salah satunya adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menatapsenja.wordpress.com&amp;blog=8526959&amp;post=484&amp;subd=menatapsenja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah Anda mendengar kisah tentang Seribu Burung Kertas? Jika belum, ijinkan saya menceritakan kembali kisah ini. Di Jepang, ada sebuah mitos tentang seribu burung kertas, mitos ini mengatakan bahwa barangsiapa yang bisa merangkai seribu burung kertas, maka apapun yang menjadi doa dan harapannya akan terwujud. Mitos ini diyakini oleh banyak orang dan salah satunya adalah seorang gadis kecil penderita leukemia akibat radiasi bom atom yang jatuh di Hiroshima pada 6 Agustus 2945 bernama Sadako Sasaki. Ketika mendengar mitos tersebut, Sadako mulai melipat burung-burung kertas dengan harapan penyakitnya sembuh. Tapi seiring berjalannya waktu, Sadako melihat kawan-kawan sedesanya yang menderita penyakit leukemia meninggal satu demi satu. Harapannya untuk sembuh kemudian menghilang. Meski begitu dia tetap melipat burung-burung kertas dengan harapan yang baru, yakni agar tercipta perdamaian dunia supaya tidak ada lagi anak-anak yang menderita sepertinya.  Belum selesai seribu burung dibuat, dia meninggal. Akhirnya kawan-kawan dan keluarganya membuat burung kertas hingga jumlah 1000 burung itu terpenuhi dan meletakkannya di makam Sadako.</p>
<p>Berawal dari cerita tersebut dan keinginan untuk berbagi dengan sesama, gerakan 1000 burung kertas dimulai. Target pertama kegiatan ini adalah Studio Biru, sebuah sanggar belajar dan bermain yang terletak di Padukuhan Sengir, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, DIY.  Pada gempa yang melanda DIY di tahun 2006, daerah yang terletak di perbukitan dan akses yang lumayan sulit ini merupakan salah satu daerah dengan kondisi terparah. Dengan segala keterbatasan, Studio Biru hadir untuk memberikan trauma healing bagi anak-anak, sekaligus mengembalikan keceriaan mereka yang sempat menghilang. Studio biru menjadi tempat berekspresi dan bereksplorasi bagi anak-anak Sengir, serta menjadi tempat untuk belajar hal-hal baru yang tidak mereka peroleh dari bangku sekolah. Di tempat ini anak-anak bisa menulis sesukanya, menggambar semaunya, belajar apapun yang mereka suka, serta bermain sepuasnya.</p>
<p>Namun saat ini kondisi fisik Studio Biru sudah tidak layak huni. Bangunan berdinding bambu dan berlantai tanah ini sewaktu-waktu bisa roboh saat hujan lebat turun dan angin kencang bertiup. Atap yang bocor disana-sini menjadikan anak-anak merasa tidak nyaman saat berada di Studio Biru. Tempat  yang menjadi lokasi sanggar juga merupakan rumah milik warga yang suatu saat akan diambil oleh pemiliknya. Dari hal tersebut maka komunitas Canting dengan gerakan 1000 burung kertas berusaha untuk membangun Studio Biru, membangun perpustakaan, serta memberikan pendampingan rutin tiap Minggu bagi anak-anak.</p>
<p>1000 burung kertas sendiri adalah gerakan yang kami lakukan dalam usaha mengumpulkan dana untuk membangun Studio Biru serta mengumpulkan buku untuk membuat perpustakaan. Bagi siapa saja yang tertarik untuk bergabung dalam gerakan ini cukup membeli kaos yang kami buat, mengirimkan buku bacaan (baik bekas maupaun baru), atau mengirimkan donasi (tidak dibatasi nominal). Satu burung kertas akan dibuat bagi setiap pengiriman buku &amp; donasi maupaun pembelian kaos. Pada masing-masing sayap burung itu akan dituliskan doa dan harapan maupaun kata-kata penyemangat bagi anak-anak Indonesia. Akan lebih baik jika pengirim sendiri yang membuat burung kertas dan menuliskan kata-kata tersebut. Namun jika tidak memungkinkan, maka Canting akan membuatkan burung kertas tersebut. Nantinya 1000 burung kertas ini akan dipasang  di bangunan Studio Biru yang baru.</p>
<p>Saat ini sudah lebih dari 150-an burung kertas terkumpul yang berasal dari berbagai kota di Pulau Jawa dan Kalimantan, baik berasal dari perorangan maupun komunitas (Arsenal Indonesian Supporter, Good Readers Indonesia, dan komunitas Air Soft Gun Jogja). Burung-burung kertas tersebut terwujud dalam puluhan judul buku, mainan edukatif untuk anak-anak, media pembelajaran, serta dana kurang lebih mencapai Rp 3.000.000,00. Masih banyak lagi dana yang dibutuhkan untuk membangun studio biru, begitupula dengan buku koleksi yang diperlukan. Kami berharap rekan-rekan semua bersedia berbagai keceriaan dan harapan bersama anak-anak dengan mengirimkan satu burung kertas. Kami percaya doa-doa yang ada di kepak sayap tersebut tak akan sia-sia. Semakin banyak sayap terkepak, semakin banyak harapan dan keceriaan tertebar.</p>
<p>Sehubungan dengan program #klikhati, kami juga bermaksud untuk memasukkan gerakan 1000 burung kertas ke dalam program tersebut. Jika nantinya gerakan 1000 burung kertas ini lolos, maka akan tercipta sebuah gerakan berantai. Setelah Studio Biru terwujud, dana sisa pembangunan Studio Biru dapat digunakan untuk program serupa di tempat lain dan pengumpulan 1000 burung tahap kedua dimulai kembali. Begitulah seterusnya, sehingga nantinya akan ada banyak anak Indonesia yang mendapatkan ruang  dan tempat untuk mengekspresikan dan mengeksplorasi potensi yang mereka miliki. Hingga nanti akan tercipta generasi yang mandiri, kritis, aktif, dan kreatif menuju Indonesia yang lebih baik.</p>
<p>Bagi rekan-rekan yang tertarik untuk bergabung dengan gerakan ini dapat follow twitter 1000 burung kertas di <strong>@burung_kertas</strong> atau mengirimkan email ke <strong>info_1000burung@yahoo.co.id</strong></p>
<p>Kami akan sangat berterimakasih jika rekan-rekan semua bersedia menyebarkan gagasan sederhana ini kepada rekan-rekan yang lain, baik melalui facebook, twitter, blog, email, maupun jejaring sosial lainya. Sehingga nantinya akan banyak komunitas yang bergabung dengan gerakan ini. Kami percaya, sesuatu yang besar pastilah berasal dari hal-hal kecil. Semoga nantinya langkah kecil ini dapat memberikan kontribusi maupun dampak besar bagi kehidupan anak-anak Indonesia.</p>
<p>Note:</p>
<p>Bagi yang ingin melihat <a href="http://callmelinaorsophy.multiply.com/journal/item/8" target="_blank">sekilas tentang Studio Biru dan kenapa kita pilih mereka sebagai target pertama silahkan baca disini</a>, sedangkan yang ini adalah salah satu <a href="http://sosbud.kompasiana.com/2010/10/25/studio-biru-pt-1-lelaki-ajaib-anak-anak-ajaib-dan-teman-teman-ajaib-241010/" target="_blank">catatan saat Canting berkunjung kesana</a>, dan ini adalah <a href="http://edukasi.kompasiana.com/2010/07/25/ketika-seni-adalah-sampah-dan-angka-menjadi-harta/" target="_blank">catatan khusus yang membuat kami semakin merasa perlu berbagi dengan kawan-kawan kecil di Studio Biru</a>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menatapsenja.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menatapsenja.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menatapsenja.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menatapsenja.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menatapsenja.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menatapsenja.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menatapsenja.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menatapsenja.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menatapsenja.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menatapsenja.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menatapsenja.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menatapsenja.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menatapsenja.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menatapsenja.wordpress.com/484/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menatapsenja.wordpress.com&amp;blog=8526959&amp;post=484&amp;subd=menatapsenja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/12/22/berbagi-keceriaan-harapan-lewat-1000burungkertas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fb4539f74c7336cdd00751709e5985a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sash</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mau Dibawa Kemana Kebencian Ini?</title>
		<link>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/12/16/mau-dibawa-kemana-kebencian-ini/</link>
		<comments>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/12/16/mau-dibawa-kemana-kebencian-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Dec 2010 07:11:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sash</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Sash]]></category>
		<category><![CDATA[curhatsiana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menatapsenja.wordpress.com/?p=481</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda merasa membenci sesuatu? Mungkin bukan benci, tapi tidak suka, eneg, dan sebel sekali dengan sesuatu. Namun pada akhirnya tanpa Anda sadari, Anda malah akan mengetahui segala sesuatu yang kalian benci itu dengan sangat baik. Anda akan mengikuti perkembangan dan gosip-gosip maupun berita terbaru tentang sesuatu yang kalian benci, dan pada akhirnya hal-hal yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menatapsenja.wordpress.com&amp;blog=8526959&amp;post=481&amp;subd=menatapsenja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah Anda merasa membenci sesuatu? Mungkin bukan benci, tapi tidak suka, eneg, dan sebel sekali dengan sesuatu. Namun pada akhirnya tanpa Anda sadari, Anda malah akan mengetahui segala sesuatu yang kalian benci itu dengan sangat baik. Anda akan mengikuti perkembangan dan gosip-gosip maupun berita terbaru tentang sesuatu yang kalian benci, dan pada akhirnya hal-hal yang Anda benci menjadi topik perbincangan sehari-hari dan begitu dekat dengan kehidupan Anda. Kalo pertanyaan ini diajukan ke saya maka jawabannya pernah, dan terbilang lumayan sering.</p>
<p>Ini bukan tentang saya membenci seseorang secara personal, tapi lebih merujuk ke masalah lagu-lagu anak muda masa kini yang musiknya sering tidak jelas itu. Pada dasarnya saya bukan orang yang tau banyak tentang musik, meski sejak masih dalam kandungan musik sudah menjadi bagian dari hidup saya dan saya dibesarkan dalam keluarga yang menjadikan musik sebagai salah satu hal penting dalam kehidupan mereka. Bagi saya tak peduli apapun aliran musiknya asal enak di dengar ayuk sajalah. Saya mendengarkan pop, country, dangdut, keroncong, campursari, jazz, melayu, slow rock, dan apapun itulah, yang bisa bikin hati tenang maupun yg bisa bikin kepala dan kaki bergerak.</p>
<p>Jadi kalau bukan aliran musik yang menjadi masalah lalu apa? Tentu saja lirik dan gaya penyanyinya yang aneh-aneh itu. Jujur saya benci dengan lagu-lagu sekarang yang menye-menye, yang terlalu cengeng, yang liriknya diulang-ulang, yang isinya cuma cinta-cintaan gak jelas dan tidak mendidik sama sekali. Subyektif saya, lirik itu adalah kekuatan sebuah lagu. Percuma aransemen bagus, musik bagus, kalo liriknya ecek-ecek.</p>
<p>Karena itu saya lebih suka lagu-lagu tahun jebot dibanding jaman sekarang. Lagu jaman dulu itu kaya diksi dan puitis. Tengok saja lagunya Kla atau Padi, lirik mereka kuat dan diksinya tingkat tinggi. Bukan kaya lagu anak sekarang yang “bertahan satu ce I en te a”. Saya juga suka dengan musikalisasi puisi, apalagi kalo punya Eyang Sapardi, juara tuh. Mana ada yang bisa nyaingi “Aku Ingin” atau “Sajak kecil Tentang Cinta”.</p>
<p>Sekarang kembali menyoal masalah benci-membenci tadi. Entah kenapa, saat saya benci degan lagu-lagu yang enggak-banget itu, secara perlahan saya malah jadi hafal dengan lagu-lagu tersebut. Sebagai contoh saya benci dengan lagu D’Bagindas, tapi entah kenapa saya malah jadi tau lagu “bertahan satu ce I en te a” dan saat pagi di kamar mandi tanpa sadar mendendangkan lagu tersebut. Begitupula dengan boyband masa kini yang personilnya tujuh cowok (yang katanya) unyu-unyu itu <del>padahal masih cakepan tukang parkir di Swalayan Progo</del>. Gara-gara tanpa sengaja melihat status nona Gitaditya di FBnya, saya jadi tau ada boyband yang namanya SM*SH dengan lagunya yunomisoweeeeeeeeeelll itu.</p>
<p>Dari rasa penasaran akhirnya berbuntut pencarian di google dan saya menemukannya. Lagu itupun saya perdengarkan diseantero ruangan tempat saya bekerja, semua terbahak dan mencacinya, tapi entah kenapa lagi-lagi saya jadi hafal reff lagu tersebut (tolooooooooong). Dan dengan alasan sebagai ‘nyek-nyekan’ saya kadang mendendangkannya di depan rekan-rekan saya.</p>
<p>Hal tersebut selalu berulang. Dari yang awalnya benci akhirnya saya menjadi tau banyak tentang itu. Saya jadi bingung mau dibawa kemana kebencian ini?? (ini juga mlesetin lirik lagu sebuah band). Akhirnya sekarang saya memilih untuk tidak mudah tergoda. Demi mengamankan (tsaahhh bahasanya) telinga dan otak saya dari efek buruk lagu-lagu tersebut akhirnya saya memilih mendengarkan lagunya Sudjiwo Tedjo, Sapardi, Sinten Remen, Frau, Nugi, Kla, Padi, atau cukup instrumen saja. Bagaimana dengan Anda semua? Apakah juga memiliki pengalaman yang sama?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menatapsenja.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menatapsenja.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menatapsenja.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menatapsenja.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menatapsenja.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menatapsenja.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menatapsenja.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menatapsenja.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menatapsenja.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menatapsenja.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menatapsenja.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menatapsenja.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menatapsenja.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menatapsenja.wordpress.com/481/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menatapsenja.wordpress.com&amp;blog=8526959&amp;post=481&amp;subd=menatapsenja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/12/16/mau-dibawa-kemana-kebencian-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fb4539f74c7336cdd00751709e5985a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sash</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidupmu Adalah Pilihan</title>
		<link>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/11/16/hidupmu-adalah-pilihan/</link>
		<comments>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/11/16/hidupmu-adalah-pilihan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Nov 2010 08:42:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sash</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Sash]]></category>
		<category><![CDATA[hidupmu adalah pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[katon bagaskara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menatapsenja.wordpress.com/?p=476</guid>
		<description><![CDATA[Untuk seseorang yang sudah saya anggap sebagai kakak saya, lagu ini sepertinya bisa menjadi rujukan saat kebimbangan menghampiri. Semoga kau tidak salah memilih, dan tidak menyesali tiap pilihan yang telah dan akan kau buat. Ini hidupmu. Pilihan ada ditanganmu. Karena ketika kau menginginkan sesuatu dengan sepenuh hatimu, maka seluruh jagat raya akan bersatu padu membantu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menatapsenja.wordpress.com&amp;blog=8526959&amp;post=476&amp;subd=menatapsenja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk seseorang yang sudah saya anggap sebagai kakak saya, lagu ini sepertinya bisa menjadi rujukan saat kebimbangan menghampiri. Semoga kau tidak salah memilih, dan tidak menyesali tiap pilihan yang telah dan akan kau buat. Ini hidupmu. Pilihan ada ditanganmu. Karena ketika kau menginginkan sesuatu dengan sepenuh hatimu, maka seluruh jagat raya akan bersatu padu membantu mewujudkannya (Paulo Coelho)</p>
<p>Oya ini saya pinjaman kalimat khas senior saja di kampus dulu, zenrs, “Hidup yang tak dipertaruhkan tak akan pernah dimenangkan”</p>
<p>Dan ini lagunya mas Katon Bagaskara itu, semoga bisa menginspirasi dan membantu menentukan pilihan.<br />
<strong><span style="color:#000000;">Beribu warna, kau mampu lukiskan</span></strong><br />
<strong><span style="color:#000000;"> diatas kanvas, bingkai kehidupan</span></strong><br />
<strong><span style="color:#000000;"> tak usah meragu, saat kau melangkah</span></strong><br />
<strong><span style="color:#000000;"> ikuti hatimu, menentukan arah</span></strong><br />
<strong><span style="color:#000000;"> segala yang kau inginkan, mampu engkau dapatkan, hidupmu adalah pilihan</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#000000;"> kadang kau rasa, seolah dunia</span></strong><br />
<strong><span style="color:#000000;"> menampik rencana, menggoyahkan jiwa</span></strong><br />
<strong><span style="color:#000000;"> hingga kau mengira, itu takdir belaka</span></strong><br />
<strong><span style="color:#000000;"> percaya yang kau mimpikan, mampu engkau wujudkan, hidupmu adalah pilihan</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#000000;"> andai musti aku pindahkan, satu gunung yang tinggi, dengan iman &#8216;ku percaya terjadi</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#000000;"> hidup mu adalah, segala yang kau inginkan, mampu engkau dapatkan</span></strong><br />
<strong><span style="color:#000000;"> hidupmu adalah, percaya yang kau impikan, mampu engkau wujudkan, hidupmu adalah pilihan</span></strong><br />
<strong><span style="color:#000000;"> hidupmu pilihan (3x)</span></strong></p>
<p><span style="color:#000000;">Btw ini lagu tidak hanya untukmu, tapi juga sangat berarti buatku dink hehehe. SemangArt kakak!!</span><strong><span style="color:#000000;"><br />
</span></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menatapsenja.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menatapsenja.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menatapsenja.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menatapsenja.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menatapsenja.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menatapsenja.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menatapsenja.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menatapsenja.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menatapsenja.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menatapsenja.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menatapsenja.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menatapsenja.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menatapsenja.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menatapsenja.wordpress.com/476/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menatapsenja.wordpress.com&amp;blog=8526959&amp;post=476&amp;subd=menatapsenja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/11/16/hidupmu-adalah-pilihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fb4539f74c7336cdd00751709e5985a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sash</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Curhat Syalala</title>
		<link>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/10/14/curhat-syalala/</link>
		<comments>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/10/14/curhat-syalala/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Oct 2010 07:57:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sash</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Sash]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menatapsenja.wordpress.com/?p=473</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin saya ngedrop. Pukul 6 pagi mata tak bisa dibuka, badan rasanya pegal-pegal, kepala pusing, dan perut saya seperti disayat-sayat. Saya pejamkan mata lagi, saya pikir jam tidur kurang setelah semalam begadang bersama kawan-kawan Canting di TBY dan dilanjut ke Pakualaman.  Tapi hingga pukul 7 lebih sakit itu tak kunjung reda malah semakin menjadi. Akhirnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menatapsenja.wordpress.com&amp;blog=8526959&amp;post=473&amp;subd=menatapsenja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin saya ngedrop. Pukul 6 pagi mata tak bisa dibuka, badan rasanya pegal-pegal, kepala pusing, dan perut saya seperti disayat-sayat. Saya pejamkan mata lagi, saya pikir jam tidur kurang setelah semalam begadang bersama kawan-kawan Canting di TBY dan dilanjut ke Pakualaman.  Tapi hingga pukul 7 lebih sakit itu tak kunjung reda malah semakin menjadi. Akhirnya saya sms orang kantor kalo saya pamit. Badan saya tidak bisa diajak kompromi.</p>
<p>Minggu-minggu terakhir ini saya memang sedang merasa amat sangat capek. Baik fisik, hati, maupun pikiran. Gesekan-gesekan yang terjadi dengan orang-orang tertentu benar-benar menguras energi positif saya. Saya capek hati. Pekerjaan juga menumpuk. Mulai dari &#8216;utang&#8217; artikel, terjemahan, proyek stubi, dan seminggu terakhir saya jalan-jalan keluar kantor liputan sana-sini dari pagi hingga malam. Hari minggu yang seharusnya untuk istirahat pun saya gunakan untuk <em>jagong </em>manten ke Prambanan dan Ketep, pulang kos sudah malam dan tidak ada waktu buat istirahat, setelah itu lanjut nggarap terjemahan sampai dini hari. Dan satu hal yang selalu mengganjal, si tujuh huruf itu fiuhhhhhh&#8230;</p>
<p>Semuanya terakumulasi, akhirnya saya tepar. Tapi untunglah tidak terlalu parah. Siang harinya saya sudah membaik, meski tetep kalo liat nasi eneg banget. Sore harinya saya udah bisa jenguk ayah teman saya di Rumah Sakit. Dan hari ini saya udah bisa masuk kantor lagi, walo dengan tubuh yang masih lemes banget. Seharusnya saya datang ke pemakaman ayah temen saya, tapi gak bisa. Hujan. Dan saya gak bisa kecapekan dulu.</p>
<p>Saya gak tau ini mau nulis apa, pokoknya cuma pengen curhat aja curhat gak jelas. Saya sedang capek, sedang bosan, sedang gak gitu fit, dan sedang bingung mikir si tujuh huruf itu. Huaaaaaaaaaaaaa&#8230;. pengen melangkah lagi tapi bingung mau mulai darimana. Sudah terlalu lama meninggalkannya dan asyik berkubang dalam <span style="text-decoration:line-through;">lembah kegelapan</span> pekerjaan yang menyenangkan.</p>
<p>Saat ini saya sedang mengalami ketakutan. Banyak pikiran buruk melintas. Seandainya gini, seandainya gitu dan masih banyak seandainya. Huaaaaaaa&#8230; Saya pengen lulus tahun ini. Tapi ternyata wisuda dimajuin jadi November. Saya gak mungkin bisa ikut. Paling cepet Februari. Dan keluarga saya berharap saya bisa wisuda tahun ini. Saya nggak ngerti harus bilang apa ke mereka. Ibu udah ribut mau beli&#8217;in kebaya buat saya. Jadi merasa bersalah hikz. Meski secara finansial saya sudha lepas dari merek tetep saja kalo hal-hal kaya gini mereka masih ngurusin. Ehtahlah. Saya bingung. Saya takut menghadapi November. Saya yang akan mengganjil menjadi duatiga, saya yang sudah mandiri dan bekerja, tapi saya juga belum wisuda&#8230;.</p>
<p style="text-align:right;"><em>&#8220;Nduk ibu ra peduli kowe wis kerjo lan wis iso nduwe kasil, sek nggawe ibu bangga nek kowe wis dadi sarjana&#8221;</em></p>
<p style="text-align:right;">dan perkataan itu selalu terngiang di telingaku <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:right;">Sudut Selatan Jogja, 14 Oktober 2010</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menatapsenja.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menatapsenja.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menatapsenja.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menatapsenja.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menatapsenja.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menatapsenja.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menatapsenja.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menatapsenja.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menatapsenja.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menatapsenja.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menatapsenja.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menatapsenja.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menatapsenja.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menatapsenja.wordpress.com/473/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menatapsenja.wordpress.com&amp;blog=8526959&amp;post=473&amp;subd=menatapsenja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/10/14/curhat-syalala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fb4539f74c7336cdd00751709e5985a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sash</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sindrom Minggu Siang</title>
		<link>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/10/03/sindrom-minggu-siang/</link>
		<comments>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/10/03/sindrom-minggu-siang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Oct 2010 09:59:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sash</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Sash]]></category>
		<category><![CDATA[absurd]]></category>
		<category><![CDATA[curhatsiana]]></category>
		<category><![CDATA[gombalista]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menatapsenja.wordpress.com/?p=469</guid>
		<description><![CDATA[Saya pikir saya sudah sembuh. Saat menyadari bahwa saya tak lagi membaca semua berita yang dia tulis guna mengetahui seharian kemarin dia berada dimana dan kira-kira bersama siapa saja. Saya pikir saya sudah sembuh. Saat saya menyadari bahwa saya tak lagi membuka profil facebooknya tiap hari guna melihat foto terbaru dirinya yang di tag oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menatapsenja.wordpress.com&amp;blog=8526959&amp;post=469&amp;subd=menatapsenja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pikir saya sudah sembuh. Saat menyadari bahwa saya tak lagi membaca semua berita yang dia tulis guna mengetahui seharian kemarin dia berada dimana dan kira-kira bersama siapa saja.</p>
<p>Saya pikir saya sudah sembuh. Saat saya menyadari bahwa saya tak lagi membuka profil facebooknya tiap hari guna melihat foto terbaru dirinya yang di tag oleh rekan-rekan kerjanya.</p>
<p>Saya pikir saya sudah sembuh. Saat saya menyadari bahwa saya sudah tidak lagi terganggu dan merindukannya saat mendengarkan lagu-lagu yang menjadi kesukaannya.</p>
<p>Saya pikir saya sudah sembuh. Saat saya tidak lagi gelisah di tiap malam menunggu sms yang tak kunjung datang darinya, meski hanya dua potong kata “sudah tidur?”.</p>
<p>Saya pikir saya sudah sembuh. Saat saya tak lagi kecewa dengan jawaban ‘tidak’ darinya, menggantikan semua jawaban ‘iya’ seperti tahun-tahun  yang lalu tiap kali saya ingin bertemu dengannya untuk membicarakan hal-hal penting atau sekadar berbagi kisah dan gelisah ditemani coklat hangat dan cahaya kunang-kunang.</p>
<p>Saya pikir saya sudah sembuh. Saat saya dengan berat hati bisa menerima sikapnya yang jauh berubah tanpa saya berhak tau kenapa. Tak ada lagi pesan pendek di dini hari. Tidak ada lagi senyuman yang tersungging. Tidak ada lagi kekhawatiran yang berlebihan. Tidak ada lagi lagu untuk saya. Tidak ada lagi tepukan kecil dikepala. Tidak ada lagi cerita tentang hari-harinya. Tidak ada lagi pokok-pokok doa yang dibagikan.</p>
<p>Saya pikir saya sudah sembuh. Saat saya menyadari bahwa sedikit demi sedikit saya sudah bisa menerima kenyataan jika dia memang seharusnya tidak perlu ada dalam kehidupan saya. Saya harus melupakannya. Sebelum semua saling menyakiti dan tersakiti.</p>
<p>Setelah sekian lama mencoba bertarung melawan hati dan perasaan, mencoba membangun pertahanan sekuat mungkin, mencoba membentengi diri dengan menutup semua jalur yang akan menghubungkan saya padanya, tiba-tiba saya melihat bayangannya berkelebat melalui celah-celah sempit yang seharusnya tidak terlihat oleh saya.</p>
<p>Saya pikir saya sudah sembuh. Namun kali ini nampaknya saya salah. Masih ada sesuatu yang berdesir lirih disini saat saya melihatnya. Masih ada bekas luka yang kembali perih. Masih ada gulungan kisah yang kembali berputar seperti layar tancap di benak. Masih ada sedih yang tertahan di dasar hati. Masih ada butiran yang menggenang di pelupuk mata. Masih ada secuil harapan tentang kemungkinan semua kembali lagi seperti semula.</p>
<p>Ternyata saya tidak sekuat yang saya kira. Ternyata saya belum sembuh. Ternyata saya belum mampu melupakannya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menatapsenja.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menatapsenja.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menatapsenja.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menatapsenja.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menatapsenja.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menatapsenja.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menatapsenja.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menatapsenja.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menatapsenja.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menatapsenja.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menatapsenja.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menatapsenja.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menatapsenja.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menatapsenja.wordpress.com/469/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menatapsenja.wordpress.com&amp;blog=8526959&amp;post=469&amp;subd=menatapsenja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/10/03/sindrom-minggu-siang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fb4539f74c7336cdd00751709e5985a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sash</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenangan</title>
		<link>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/09/17/kenangan/</link>
		<comments>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/09/17/kenangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Sep 2010 15:51:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sash</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[kenangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menatapsenja.wordpress.com/?p=464</guid>
		<description><![CDATA[Entah kenapa kenangan selalu hadir satu paket dengan kesedihan. Ia muncul tanpa aba-aba, menyita semangat dan menawan bahagia, kemudian menguap lenyap begitu saja menyisakan kekosongan yang mendalam. Ia hadir melalui seulas senyum. Menyentak lewat bunyi lonceng gereja dan heningnya saat berdoa. Menerabas masuk melalui petikan gitar dan alunan lagu, bahkan kilatan blitz kamera dan deskripsi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menatapsenja.wordpress.com&amp;blog=8526959&amp;post=464&amp;subd=menatapsenja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Entah kenapa kenangan selalu hadir satu paket dengan kesedihan. Ia muncul tanpa aba-aba, menyita semangat dan menawan bahagia, kemudian menguap lenyap begitu saja menyisakan kekosongan yang mendalam. Ia hadir melalui seulas senyum. Menyentak lewat bunyi lonceng gereja dan heningnya saat berdoa. Menerabas masuk melalui petikan gitar dan alunan lagu, bahkan kilatan blitz kamera dan deskripsi novel yang sedang dibaca. Ia bersemayam dimana-mana.</p>
<p>Kenangan itu laksana badai. Menghancurkan setiap sendi pertahanan dan dinding tebal yang telah saya bangun. Sebegitu mudahnya.   Pernah sekali waktu saya menang dalam pertempuran itu, menepis rasa yang seharusnya sudah tidak boleh lagi bersemayam. Namun dibanding kemenangan, saya lebih sering terpekur meratapi kekalahan. Dan pasukan bengal itu menertawakan saya.  Saya benci saat dia menjadi bagian dari kenangan itu. Memasuki ruang pikiran dan hati saya seenaknya. Tanpa permisi. Dan kemudian melenggang begitu saja.</p>
<p>Saat-saat seperti ini  selalu membuat saya menyesali pertemuan yang pernah tercipta. Menyalahkan waktu yang mempertemukan pada saat yang tidak tepat. Ah sudahlah. Tak usah lagi diingat. Lupakan saja. Yah lupakan. Meski saya tak kan pernah tahu berapa lama waktu yang diperlukan untuk melupakan dan memulihkan hati.</p>
<p style="text-align:right;">:: sedang kacau balau galau tingkat tinggi ::</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menatapsenja.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menatapsenja.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menatapsenja.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menatapsenja.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menatapsenja.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menatapsenja.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menatapsenja.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menatapsenja.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menatapsenja.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menatapsenja.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menatapsenja.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menatapsenja.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menatapsenja.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menatapsenja.wordpress.com/464/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menatapsenja.wordpress.com&amp;blog=8526959&amp;post=464&amp;subd=menatapsenja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/09/17/kenangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fb4539f74c7336cdd00751709e5985a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sash</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ini Tentang Hati!!</title>
		<link>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/08/28/ini-tentang-hati/</link>
		<comments>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/08/28/ini-tentang-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 03:14:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sash</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Sash]]></category>
		<category><![CDATA[orizuru]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menatapsenja.wordpress.com/?p=460</guid>
		<description><![CDATA[Aku ingin tinggal di negeri tanpa gravitasi Hingga tak ada lagi istilah jatuh dan pada akhirnya akan membuat patah yang ada hanya melayang dan melambung tinggi seperti 1000 orizuru ini Jogja, Agustus 2010<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menatapsenja.wordpress.com&amp;blog=8526959&amp;post=460&amp;subd=menatapsenja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Aku ingin tinggal di negeri tanpa gravitasi</p>
<p style="text-align:center;">Hingga tak ada lagi istilah jatuh</p>
<p style="text-align:center;">dan pada akhirnya akan membuat patah</p>
<p style="text-align:center;">yang ada hanya melayang dan melambung tinggi</p>
<p style="text-align:center;">seperti 1000 orizuru ini</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://menatapsenja.files.wordpress.com/2010/08/lophe.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-461" title="lophe" src="http://menatapsenja.files.wordpress.com/2010/08/lophe.jpg?w=356&#038;h=331" alt="" width="356" height="331" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Jogja, Agustus 2010</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menatapsenja.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menatapsenja.wordpress.com/460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menatapsenja.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menatapsenja.wordpress.com/460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menatapsenja.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menatapsenja.wordpress.com/460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menatapsenja.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menatapsenja.wordpress.com/460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menatapsenja.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menatapsenja.wordpress.com/460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menatapsenja.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menatapsenja.wordpress.com/460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menatapsenja.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menatapsenja.wordpress.com/460/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menatapsenja.wordpress.com&amp;blog=8526959&amp;post=460&amp;subd=menatapsenja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/08/28/ini-tentang-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fb4539f74c7336cdd00751709e5985a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sash</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://menatapsenja.files.wordpress.com/2010/08/lophe.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lophe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Panji #1</title>
		<link>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/08/26/cerita-panji-1/</link>
		<comments>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/08/26/cerita-panji-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 01:45:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sash</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tontonan]]></category>
		<category><![CDATA[dewi sekartaji]]></category>
		<category><![CDATA[gua cemara]]></category>
		<category><![CDATA[panji asmara bangun]]></category>
		<category><![CDATA[tari topeng gecul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menatapsenja.wordpress.com/?p=456</guid>
		<description><![CDATA[# Prabu Jenggala Seorang Galuh Candra Kirana tak layak menjadi pendamping Inu Kertapati. Jangan membantah lagi. Ini harga mati. # Dewi Sekartaji Malingati, malinghati, kepadamu selamanya aku bakalan mengabdi*. Aku mencintaimu. Tak ada yang bisa menghapus rasa itu. Aku pergi, membawa buntalan kenangan akanmu. Keong mas, Ledhek gogik, Endang Rara Tompe, Dewi Sekartaji, itulah Galuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menatapsenja.wordpress.com&amp;blog=8526959&amp;post=456&amp;subd=menatapsenja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_457" class="wp-caption aligncenter" style="width: 458px"><a href="http://menatapsenja.files.wordpress.com/2010/08/1.jpg"><img class="size-full wp-image-457" title="1" src="http://menatapsenja.files.wordpress.com/2010/08/1.jpg?w=448&#038;h=336" alt="" width="448" height="336" /></a><p class="wp-caption-text">Tari Topeng Gecul dengan tokoh utama Panji Asmara Bangun (Sash&#039; pic)</p></div>
<p><strong># Prabu Jenggala</strong></p>
<p>Seorang Galuh Candra Kirana tak layak menjadi pendamping Inu Kertapati. Jangan membantah lagi. Ini harga mati.</p>
<p><strong># Dewi Sekartaji</strong></p>
<p>Malingati, malinghati, kepadamu selamanya aku bakalan mengabdi*. Aku mencintaimu. Tak ada yang bisa menghapus rasa itu. Aku pergi, membawa buntalan kenangan akanmu. Keong mas, Ledhek gogik, Endang Rara Tompe, Dewi Sekartaji, itulah Galuh Candra Kirana. Temukan aku di sudut jalan, di persimpangan, di balik pepohonan, di dinginnya hujan, di harumnya mawar. Kutunggu pemenuhan janjimu di bawah basuhan cahaya bulan ketika aku mendendangkan Asmarandana.</p>
<p><strong># Panji Asmara Bangun</strong></p>
<p>Bulan dan mentari tak pernah bersinar terang lagi semenjak kau berkemas diri dan membawa bayangmu pergi. Hati ini membiru dan membujur kaku. Kidung Asmarandana terdengar laksana tembang Megatruh. Aku sakit. Teramat sangat. Kemudian aku mulai mencarimu, di sudut jalan, di persimpangan, di balik pepohonan, di dinginnya hujan, di harumnya mawar. Percayalah Sekartaji, lelaki sejati tak pernah cidra ing janji*</p>
<p><strong># Epilog</strong></p>
<p>Cahaya jingga memancar dari dirimu dan memenuhi hatiku. Kita berdua menari dan terus menari. Aku tak peduli pada panah, pedang, dan gandewa yang mengancam. Hatiku telah sepenuhnya menjadi milikmu.</p>
<p>___________________________</p>
<p>*diambil dari puisi Suminto A. Sayuti “Malam Tamansari”</p>
<p>** penasaran dengan cerita Panji setelah melihat pertunjukan tari sederhana yang asyik abis di bawah rimbunnya pohon-pohon cemara bulan lalu sambil ditemani ketela rebus, gelak tawa, dan kilatan blitz kamera.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menatapsenja.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menatapsenja.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menatapsenja.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menatapsenja.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menatapsenja.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menatapsenja.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menatapsenja.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menatapsenja.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menatapsenja.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menatapsenja.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menatapsenja.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menatapsenja.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menatapsenja.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menatapsenja.wordpress.com/456/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menatapsenja.wordpress.com&amp;blog=8526959&amp;post=456&amp;subd=menatapsenja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/08/26/cerita-panji-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fb4539f74c7336cdd00751709e5985a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sash</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://menatapsenja.files.wordpress.com/2010/08/1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Museum Kekayon, Kehidupan yang Terlupakan</title>
		<link>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/07/20/museum-kekayon-kehidupan-yang-terlupakan/</link>
		<comments>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/07/20/museum-kekayon-kehidupan-yang-terlupakan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 08:31:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sash</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keliling Kota]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[catatan perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[museum]]></category>
		<category><![CDATA[museum kekayon]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menatapsenja.wordpress.com/?p=449</guid>
		<description><![CDATA[Ini kali kedua saya bertemu dengannya. Saat pertama bertemu dia tidak mengijinkan saya masuk. “Ini sudah jam 2 mbak, sudah tutup. Kalau mau datang besok pagi saja jam 9,” katanya. Dengan sedikit masygul saya mengiyakan dan pulang tanpa mendapatkan hasil apapun. Tapi pertemuan kedua ini dia menyambut saya dengan senyum yang merekah. “Selamat datang, mari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menatapsenja.wordpress.com&amp;blog=8526959&amp;post=449&amp;subd=menatapsenja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">
<div id="attachment_450" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><a href="http://menatapsenja.files.wordpress.com/2010/07/satu.jpg"><img class="size-full wp-image-450 " title="satu" src="http://menatapsenja.files.wordpress.com/2010/07/satu.jpg?w=450&#038;h=265" alt="" width="450" height="265" /></a><p class="wp-caption-text">Museum Wayang Kekayon (Sash&#039; pic)</p></div>
<p>Ini kali kedua saya bertemu dengannya. Saat pertama bertemu dia tidak mengijinkan saya masuk.<em> “Ini sudah jam 2 mbak, sudah tutup. Kalau mau datang besok pagi saja jam 9,”</em> katanya. Dengan sedikit masygul saya mengiyakan dan pulang tanpa mendapatkan hasil apapun. Tapi pertemuan kedua ini dia menyambut saya dengan senyum yang merekah.<em> “Selamat datang, mari silahkan masuk. Mbak datang dari mana ya?”</em> tanyanya. Saya hanya tersenyum simpul. Rupanya ia sudah lupa dengan saya. Setelah saya memberi sedikit penjelasan, lelaki paruh baya itu tersenyum semakin lebar. <em>“Ingatan saya sudah tidak sekuat dulu,”</em> terangnya.</p>
<p>Ia pun mengantarkan saya hingga ke pintu masuk. <em>“Silahkan kalau mau lihat-lihat. Saya tinggal nyapu halaman. Nanti kalau ada yang kurang jelas tanyakan saja,”</em> ujarnya. Saya pun hanya mengangguk. Selepas Ia pergi saya mulai memasuki ruangan demi ruangan yang ada di Museum Wayang Kekayon, tempat di mana wayang-wayang disimpan. Ada begitu banyak wayang di sini, mulai dari wayang purwa, wayang beber, wayang kancil, wayang sadat, wayang golek, hingga wayang suket. Belum  lagi wayang yang tidak sempat terekam dalam memori otak saya.<span id="more-449"></span></p>
<p>Museum Wayang Kekayon merupakan salah satu museum yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, didirikan atas inisiatif Prof. Dr. dr. KRT. Soejono Parwirohusodo, seorang dokter spesialis kesehatan jiwa. Museum ini didirikan dengan harapan agar generasi muda lebih mengetahui dan memahami kebudayaan adiluhung bangsa. Museum yang dibuat dengan khasanah arsitektur tradisional Jawa berbentuk Joglo ini, menempati 9 unit bangunan dengan luas tanah sekitar 1,1 hektar di tepi Jalan Raya Yogyakarta – Wonosari, km 7.</p>
<p style="text-align:center;">
<div id="attachment_451" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><a href="http://menatapsenja.files.wordpress.com/2010/07/dua.jpg"><img class="size-full wp-image-451 " title="dua" src="http://menatapsenja.files.wordpress.com/2010/07/dua.jpg?w=450&#038;h=236" alt="" width="450" height="236" /></a><p class="wp-caption-text">Koleksi Wayang (sash&#039; pic)</p></div>
<p>Seusai mengambil gambar dan mencatat data yang saya perlukan, saya mendekati Mbah Mul, begitu dia akrab disapa. Mbah Mul yang sedang menyapu pelataran yang luas pun meninggalkan pekerjaannya dan kembali menemui saya. Seolah mengerti apa yang ada dalam benak saya Ia pun bertanya, <em>“Pripun mbak? Ada yang bisa saya bantu?”. </em>Saya mengiyakan, <em>“Kenapa museum ini namanya Kekayon mbah?” </em>tanya saya.</p>
<p><em>“Kekayon itu berarti kehidupan” </em>katanya. Kekayon atau Kayon atau Gunungan merupakan lambang kehidupan di dunia. Oleh karena itu, kenapa pertunjukan wayang selalu dibuka dengan munculnya Kekayon. “Dalam Kekayon terdapat beberapa gambar yang masing-masing memiliki arti tersendiri. Gambar harimau dan banteng melambangkan hawa nafsu yang dimiliki oleh manusia di bumi. Sedangkan pohon yang bercabang empat menjelaskan bahwa ada empat elemen penting di dunia yaitu tanah, air, angin, dan api. Itu juga bisa berarti empat mata angin. Sedangkan pohonnya yang terak lurus melambangkan hubungan manusia dengan sang Pencipta. Gambar pohon yang ada pada Kekayon biasanya dibelit seekor ular yang kepalanya menghadap ke arah kanan. Hal ini berarti bahwa untuk mencapai kebahagiaan, manusia harus melewati jalan yang berliku-liku serta melakukan hal yang halal” terangnya panjang lebar.</p>
<p>Lebih lanjut Mbah Mul bercerita bahwa dulunya Museum Wayang Kekayon sempat mengalami masa kejayaan. Masa dimana museum ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit dan selalu penuh dengan pengunjung. Tiap hari selalu ada wisatawan yang berkunjung ke museum ini, perorangan maupun rombongan. Mereka ingin mnegetahui tentang seluk beluk dunia perwayangan. Namun seiring berjalannya waktu museum ini mengalami kemunduran. Wisatwan mulai jarang berkunjung. Apalagi setelah gempa melanda Jogja dan merusak beberapa bagian dari bangunan ini. Museum Wayang Kekayon semakin sepi.</p>
<p>Tak ada lagi suara riuh pengunjung di gedung-gedung museum. Tak ada lagi suara anak-anak yang dengan atusias mendengarkan penjelasan dari tour guide atau berebutan mengajukan pertanyaan. Yang ada hanyalah suara burung dan kemerisik daun-daun kering yang tertiup angin. Pengunjung yang datang hanya satu dua. Museum menjadi terbengkalai. Akhirnya paradigma lawas tentang museum sebagai tempat disimpannya benda-benda usang benar-benar terwujud di tempat ini. Satu hal yang kontradiktif dengan himbauan Menbudpar tentang gerakan revitalisasi museum, menjadikan museum sebagai destinasi wisata utama.</p>
<p>Dalam pemandangan saya pribadi Museum Wayang Kakayon merupakan aset yang sangat berharga. Di museum ini kita dapat belajar tentang dunia perwayangan dan sejarahnya. Selain koleksi wayangnya yang relatif lengkap, salah satu keistimewaan Museum Wayang Kekayon lainnya adalah sejumlah replika dan bangunan yang menguraikan sejarah Indonesia sejak zaman purba hingga proklamasi kemerdekaan. Termasuk juga sejarah kesenian wayang dari abad 6 hingga 20. Ada berbagai replika bangunan yang menggambarkan tentang perjalanan sejarah tersebut. Mulai dari Deorama manusia purba (yang sayangnya sudah hancur), patung singa borobudur, kompleks menara air dengan atap berbantuk candi, replika menara kudus, kompleks pancuran bidadari, kompleks Baleranu Mangkubumi, patung Jepang, dan patung Proklamasi yang melambangkan babak sejarah Indonesia sebelum masa kemerdekaan.</p>
<p>Sungguh amat disayangkan jika museum yang berpotensi besar menjadi wahana pendidikan sekaligus pusat preservasi kebudayaan ini nantinya akan terlupakan begitu saja. Tertutup oleh rumput-ruput liat yang semakin meninggi. Semoga itu tidak terjadi. Semoga ada orang-orang yang memiliki daya dan dana terpanggil untuk mengembalikan kejayaan Museum Wayang Kekayon. Sehingga nantinya museum ini dapat menjadi salah satu kebanggan bangsa Indonesia. Dan tak ada lagi ucapan <em>“dulu museum ini pernah mengalami masa kejayaan dan pengunjungnya selalu penuh” </em> keluar dari mulut Mbah Mul, melainkan <em>“Museum Wayang Kekayon setiap hari pengunjungnya selalu penuh……”</em> Semoga!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menatapsenja.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menatapsenja.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menatapsenja.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menatapsenja.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menatapsenja.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menatapsenja.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menatapsenja.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menatapsenja.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menatapsenja.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menatapsenja.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menatapsenja.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menatapsenja.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menatapsenja.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menatapsenja.wordpress.com/449/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menatapsenja.wordpress.com&amp;blog=8526959&amp;post=449&amp;subd=menatapsenja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/07/20/museum-kekayon-kehidupan-yang-terlupakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fb4539f74c7336cdd00751709e5985a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sash</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://menatapsenja.files.wordpress.com/2010/07/satu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">satu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://menatapsenja.files.wordpress.com/2010/07/dua.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dua</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Satria Baju Merah ^_^</title>
		<link>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/06/24/satria-baju-merah-_/</link>
		<comments>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/06/24/satria-baju-merah-_/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 09:07:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sash</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nano-nano]]></category>
		<category><![CDATA[baksos]]></category>
		<category><![CDATA[canting]]></category>
		<category><![CDATA[kontes]]></category>
		<category><![CDATA[penghijauan]]></category>
		<category><![CDATA[Sash]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menatapsenja.wordpress.com/?p=433</guid>
		<description><![CDATA[Katanya pahlawan itu ada untuk membela kebenaran dan kebajikan. Mangkanya saya sejak kecil terobsesi jadi pahlawan. Pengen jadi salah satu anggotanya Pasukan Turbo. Kalo nggak pengen jadi Power Ranger. Biar bisa nangkap penjahat, biar bisa jadi idola semua orang haha. Dan voila,, akhirnya cita-cita saya jadi pahlawan kesampaian juga. Tapi ini bukan pahlawan pembela kebenaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menatapsenja.wordpress.com&amp;blog=8526959&amp;post=433&amp;subd=menatapsenja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Katanya pahlawan itu ada untuk membela kebenaran dan kebajikan. Mangkanya saya sejak kecil terobsesi jadi pahlawan. Pengen jadi salah satu anggotanya Pasukan Turbo. Kalo nggak pengen jadi Power Ranger. Biar bisa nangkap penjahat, biar bisa jadi idola semua orang haha. Dan voila,, akhirnya cita-cita saya jadi pahlawan kesampaian juga. Tapi ini bukan pahlawan pembela kebenaran dan kebajikan. Bukan juga pahlawan yang memberantas kejahatan yang ada di muka bumi. Tapi pahlawan hijau.</p>
<p><strong><em>Weks?? Pahlawan hijau apaan tuh?? </em></strong></p>
<p>Jadi gini, beberapa bulan yang lalu saya diajakin kawan-kawan saya buat ngadain <a href="http://sosbud.kompasiana.com/2010/05/10/kiprah-nyata-aktivis-dunia-maya-untuk-menghijaukan-bumi/" target="_blank">penghijauan di daerah Bantul sanah</a>. Tepatnya di muara Kali Opak. Saat itu kami (kawan-kawan Detik Forum Regional Jogja, Canting, dan Palmae UGM) rame-rame bahu membahu menanam ratusan pohon bakau di bantaran Kali Opak. Harapan kami 10 tahun kedepan bantaran kali yang juga berada di kawasan pesisir laut selatan jawa tersebut bisa hijau dan menahan abrasi. Selain itu juga bisa menjadi habitat burung-burung liar.<span id="more-433"></span></p>
<p>Nah berhubung keinginan untuk menjadi pahlawan itu begitu kuat, maka secara sepihak saya menyebut aksi kemaren sebagai aksi hijau, dan orang-orang yang terlibat di dalamnya menjadi pahlawan hijau *maksa dot com* Saya pun menahbiskan diri saya sendiri menjadi pahlawan hijau haha <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Oya ini lho poto saya saat menjadi pahlawan hijau, keren kan?? (bilang keren hahahaha)</p>
<div id="attachment_434" class="wp-caption aligncenter" style="width: 346px"><a href="http://menatapsenja.files.wordpress.com/2010/06/pahlawan-hijau.jpg"><img class="size-full wp-image-434" title="pahlawan hijau" src="http://menatapsenja.files.wordpress.com/2010/06/pahlawan-hijau.jpg?w=336&#038;h=448" alt="" width="336" height="448" /></a><p class="wp-caption-text">pahlawan siap membela kebenaran dan kebajikan,, upz salah dink, pahlawan siap menanam pohon bakau</p></div>
<p>Ya, jadi inilah saya, si satria baju merah yang sedang menjadi pahlawan hijau <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  keren yawk (ckckckckck,,, Sash narsis kok gak ilang-ilang hahaha).</p>
<p>Setelah aksi hijau kemarin saya jadi tahu satu hal, ternyata jadi pahlawan itu ndak boleh takut sama apapun. Ndak boleh takut sama sinar matahari yang bisa menghitamkan (kalo ini saya tidak takut wong sudah hitam), ndak boleh takut sama lintah dan hewan-hewan melata yang ada di bantaran sungai (saya ndak takut, soalnya cuma takut tikus), dan ndak boleh takut sama,,, uhm,, sama apalagi yawk?? pokoknya ndak boleh takut lah hehehe.</p>
<p>Sudah segitu aja cerita saya saat jadi pahlawan. Oya ngomong-ngomong sebenarnya poto dan tulisan ini saya upload dalam rangka hajatannya Pakde cholik lho. Itu lho, pakdhe blogger yang terkenal en nyentrik itu, yang sering bikin lomba-lombaan. Beliau lagi bikin acara <a href="http://abdulcholik.com/2010/06/02/the-amazing-picture/" target="_blank">The Amazing Picture</a>, jadi saya ikutan deh <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Semoga acaranya sukses ya Pakdhe <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menatapsenja.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menatapsenja.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menatapsenja.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menatapsenja.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menatapsenja.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menatapsenja.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menatapsenja.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menatapsenja.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menatapsenja.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menatapsenja.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menatapsenja.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menatapsenja.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menatapsenja.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menatapsenja.wordpress.com/433/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menatapsenja.wordpress.com&amp;blog=8526959&amp;post=433&amp;subd=menatapsenja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menatapsenja.wordpress.com/2010/06/24/satria-baju-merah-_/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fb4539f74c7336cdd00751709e5985a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sash</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://menatapsenja.files.wordpress.com/2010/06/pahlawan-hijau.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pahlawan hijau</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
