Sekedar Pembuka

Better late than never

Yah tampaknya kalimat itu yang menginspirasi saya untuk mulai merintis karir di dunia per-blog-an (wkwkwkwk). Emang telat banget siy kalo “hare gene baru mulai nge-blog?” tapi ya gapapa daripada gak memulai sama sekali. Yah jadi begitulah inti dari paragraf pertama ini, saya akan memulai untuk nulis di blog

Tapi kalo dipikir-pikir ini bukan untuk pertamakalinya saya nge-blog. Sejak SD mah sudah mulai. Hanya saja saat itu medianya beda. Saya nulisnya masih di kertas, alias diary. Yah sejak SD saya memang suka nulis. Gak hanya di buku, tapi di papan tulis, di koran bekas, di tambok rumah, di atas meja belajar. Nah kalo yang di meja belajar masih ada buktinya sampe sekarang. Penasaran? Ya tulisan itu bunyinya gini “Stinky, rindu untuk dia” (silahkan tertawa menghina sepuasnya).

Saya ingat banget, diary pertama yang saya miliki warnanya biru dan ada gemboknya. Saya pikir saat saya memiliki diary yang ada gemboknya tak ada satu orangpun yang bisa membaca curhatan saya. Tapi saya tidak yakin sepenuhnya tentang hal itu. Entah sengaja atau tidak tapi saya yakin diary itu pernah kebaca oleh ayah ataupun ibu saya. Sampai bangku kuliah pun saya masih suka nulis di buku harian. Dan saya suka ketika suatu saat saya membuka diary itu untuk mencari catatan penting atau hanya sekedar ingin mengingat kisah lalu.

Lalu kenapa saya berpikir untuk nulis di blog? Jawabannya simpel. Go green. Halah,,, hehehe. Semakin banyak saya menulis di kertas, semakin banyak pula pohon yang ditebang, semakin cepat pula proes pemanasan global. Nah berhubung saya adalah orang yang cinta lingkungan, saya pun berkeinginan untuk menahan laju prose pemanasan global dengan tidak terlalu banyak menggunakan kertas. Oleh karena itu saya berpindah untuk menulis di blog

Yupz,, tampaknya kata pengatar sudah cukup sampai di sini dulu. Untuk selanjutnya saya mungkin tidak bisa menulis tentang sesuatu yang cerdas ataupun “wow” Saya hanya akan menulis apa yang sedang ada di dalam hati dan pikiran saya. Suka atau tidaknya Anda nanti itu adalah pilihan, bukan paksaan. Seperti memilih untuk minum segelas es teh ataupun es jeruk di angringan felix.

Sudah, sekian saja, karena saya harus mengejar senja….

About Sash

mahasiswa tingkat akhir | reporter | juru ketik | juru potret amatir | pemimpi | penyuka milo hangat, bintang, senja, kunang-kunang View all posts by Sash

One response to “Sekedar Pembuka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: