Segelas Milo dan Setumpuk Kebosanan

Entah kenapa akhir-akhir ini saya merasa bosan, hal itu berdampak jadi malas untuk beraktivitas, saya menjadi tidak produktif. 18 hari berlalu di bulan ini, namun saya belum melakukan apapun. Hal yang dapat saya banggakan adalah saya telah mencuci baju yang bertumpuk, kemudian sekarang menjelma menjadi baju-bersih-tapi-kusut yang tersebar di kasur saya (hah???? Ya saya tidur diatas tumpukan baju kering yang selesai di jemur)

Sepertinya saya penat dengan rutinitas yang saya jalani. Bangun pagi, mandi, berangkat kerja, pulang, menikmati senja di atas transjogja atau motor jemputan, mandi (kalo lagi pengen), cari makan, nonton tipi en ngobrol ma temen-temen mpe jam 9, masuk kamar dan melakukan apapun yang saya pengen mpe jam 11, setelah itu tidur, dan itu berlangsung secara terus menerus hampir 4 bulan ini. Yang membuat saya sedikit bersemangat jika kadang saya ditugaskan liputan keluar yang berarti saya bisa jalan-jalan, ijin untuk ke kampus (gak bimbingan atau ke perpus tapi cuma ngobrol sama temen-temen jika ketemu), berangkat KAMBIUM, hari Minggu (means weekend and go to church), atau pulang dan merebahkan diri di pelukan simbok.

Pagi ini saya terbangun dengan perasaan yang masih sama. Bosan dan sepi. Berangkat ke kantor pagi-pagi, lalu membuat segelas milo hangat (untung saya tidak bosan dengan minuman ini). Pagi ini semuanya kelabu, tidak ada langit biru yang menghiasinya,,,,argggggghhh. Saya ingin sesuatu yang baru. Yang sedikit menaikkan adrenalin,,,, Pengen climbing di Siung, pengen naik Merbabu, pengen rafting di Elo, pengen ngecamp di Nglanggeran, pengen manjat tower rektorat malam-malam (lagi), pengen berangkat telat kuliah pak Sugi en dimarah2in (lagi), pengen rame-rame bolos kuliah en nongkrong di cafe MIPA atau taman jepang, pengen melakukan hal-hal konyol dan bodoh bersama orang-orang yang juga gak waras en absurd…

Satu pertanyaan tiba-tiba muncul,, emang resiko bertambah usia kaya gini ya?? jadi harus ngikutin aturan yang ada dalam masyrakat, “kamu udah gede, jadi gak pantes buat lakuin ini”, kamu tuh harus bersikap dewasa, kamu tuh harus bersikap gini dan gitu, bla,,bla,,bla,,

Mending kalo gitu saya jadi remaja terus yawk,, tanpa harus peduli pada omongan orang dan tuntutan sekitar. Melakukan apa yang saya mau, melakukan apa yang saya inginkan, terserah saya, suka-suka saya,,, paling kalo dimarahin cuma cengar-cengir tanpa perasaan bersalah. Jadi inget lagunya Doraemon “aku ingin begini aku ingin begitu, ingin ini ingin itu banyak sekali,,,,,”

Tapi tiba-tiba malaikat di otak saya nyela “Tapi kamu harus grow up sist” halah,,,tambah gede kok tambah tersiksa ya?? Atau ini hanya karena saya lagi bener-bener berada di titik jenuh dengan semua yang saya alami saban hari??? Atau saya yang terlalu XL Extra Lebay ajah dalam menyikapi ini semua yawk? entahlah…

Buat para sahabat yang sudah menata koper dan beranjak ke terminal atau bandara ati-ati ya. Semoga saya bisa segera bergegas dan berkemas untuk melepas penat serta nyungsep di pelukan simbok tercinta dan mendengarkan celoteh adek yang sudah beranjak remaja.

About Sash

mahasiswa tingkat akhir | reporter | juru ketik | juru potret amatir | pemimpi | penyuka milo hangat, bintang, senja, kunang-kunang View all posts by Sash

3 responses to “Segelas Milo dan Setumpuk Kebosanan

  • Nana

    Memang rutinitas membuat bosan, tapi ingatlah masa sekarang juga akan jadi kenangan indah di masa depan. Nikmatilah selagi kamu bisa menikmatinya, meski menyesak dan memuakkan. Perjalanan hidup itu panjang dan kita mungkin baru setengah, sepertiga ato bahkan seperempat saja. Untukmu sahabatku tetap berjuang, tetap semangat, raih mimpimu, indahkan duniamu. Memang semua akan dan terus berubah tapi semoga persahabatan ini tetap abadi. Amien….

    Thx sist,,, comment yang menguatkan di pagi hari. Yah,, raih yang bisa teraih, kejar yang bisa terkejar, dan nikmati semua yang bisa dinikmati!!

  • mT

    umur dan kedewasaan gak bisa ngatur kehidupan kita…

    lakukan yang pengen kamu lakukan. (toh kamu ngerti batasannya…)

    Yupz i c

  • temancerita

    Memang, rutinitas (kerja) adalah hal yang membosankan,dan hanya hal konyol yang dari dulu kita lakukan dan merupakan benar-benar jati diri kita bisa kita lakukan, satu hal lagi yang menyenangkan hanyalah ketika gajian hohohoho…

    Huehehehe,, yupz Anda benar,, saat-saat menggila bersama kalian lah yang bisa membuat aku melupakan sejenak semua kepenatan itu. Gajian??? Uhm,,biasa saja (soale entek nggo bayar utang) wkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: