Lebaran di Kampungku

Akhirnya Lebaran tahun ini aku bisa pulang. Entah kenapa meski aku tidak merayakannya tetap ada satu gairah tersendiri saat malam Lebaran datang. Berkumpul bersama keluarga besar di rumah bulik, bercengkerama bersama para sepupu, atau sekedar bercakap tentang hal remeh temeh yang menciptakan gelak tawa. Sama seperti keluarga lainnya, Lebaran merupakan ajang berkumpul bagi keluarga. Sebab hanya waktu itu yang kami punya, saat semuanya libur dan bisa berkumpul. Saat Natal Pawiro Fam (kata ganti yang dibuat oleh sepupuku) jelas tidak bisa berkumpul, mereka harus mempersiapkan ibadah dan perayaan di gereja masing-masing.

Namun Lebaran kali ini tak seperti tahun lalu. Jika tahun lalu aku yang absen tidak bisa ikut ngumpul (dengan-alasan-ada-kerja-di-Jogja), tahun ini gantian budheku di Blitar yang tidak bisa datang (dengan-alasan-lagi-renovasi-gereja). Sedangkan putra tertua budheku yang rencananya mau datang dan pamer mengenalkan-pacar-barunya juga membatalkan janji.

Sebenarnya aku ingin pulang jauh-jauh hari sebelum malam Lebaran, rasanya senang melihat orang lalu lalang dan sibuk mempersiapkan Lebaran. Namun apa boleh buat, jatah Libur dari kantor mepet sehingga aku baru bisa pulang Sabtu malam dan naik travel (wkwkwkwk,, for the 1st time i use this car after 5 years in Jogja,,,).

Seperti tahun-tahun lalu, setelah sholat Ied selesai, kami (warga non muslim di kampung) berdiri berjajar di kanan jalan depan masjid. Dimulai dari pak Pendeta yang menyalami pak Kyai, lalu semua bergiliran. Satu persatu bersalaman, berangkulan, berpelukan, bahkan cium pipi kiri kanan (yang muhrim hehehehehe). Ada yang menangis haru, ada yang tanpa ekspresi, ada yang menatap aneh dan penasaran “uhmm ini siapa ya?? Aku kok gak ingat dia” ada juga yang tersenyum manis (entah tulus atau hanya formalitas hehehe). Semuanya berbaur menjadi satu tanpa ada batasan, tanpa ada sekat. Yah inilah satu hal yang selalu kurindukan saat Lebaran datang, aku bisa bersalaman dengan orang sekampung, menatap wajah mereka satu persatu serta mencoba mengingat nama.

Beberapa orang yang 2 tahun lalu keluar dari pelataran masjid, hari itu sudah berdiri di deretan orang-orang yang mengucapkan selamat. Temanku yang tiga tahun lalu masih berdiri bersisian saat ibadah Minggu, kali ini keluar dari masjid bersama suami dan anaknya yang baru belajar bicara. Namun semua itu tidak membuat jarak, bahkan dia sambil berkaca-kaca mencium tangan pak Pendeta, minta maaf atas semua kesalahan yang mungkin pernah dia perbuat.

Itulah potret kampungku. Soal kerukunan beragama, kampungku jagonya. Pendeta dan Kyai sering bercakap penuh canda. Tak ada perselisihan, tak ada dengki ataupun masalah yang berarti. Jadi ingat saat aku masih SD (tahun 1997) kampungku digunakan sebagai tempat “Kemah dan Studi Lintas Sara Mahasiswa Jateng DIY”. Mahasiswa-mahasiswa tersebut berasal dari berbagai kampus dan berbagai komunitas, ada GMKI, HTI, KAMMI, dan masih banyak lagi. Selama seminggu mereka berbaur dengan penduduk dan belajar bagaimana seharusnya kerukunan itu tercipta. Sekarang sudah lebih dari satu dasawarsa, keharmonisan kampungku masih tetap terjaga. Hal itu yang selalu membuatku rindu dan selalu ingin kembali saat Lebaran tiba.

Sesaat setelah suara takbir selesai berkumandang dan kabel-kabel di masjid mulai digulung, suara worship leader dan hentakan musik di gereja pun mulai terdengar.

How great is our God, sing with me how great is our God, all will sing how great, how great is our God,,,

Selamat Idul Fitri, selamat berbagi, Tuhan memberkati!!

note: kok judul postingku kali ini kaya judul tugas mengarang anak kelas 3 SD ya?? ah luweh hehehe ^_^

About Sash

mahasiswa tingkat akhir | reporter | juru ketik | juru potret amatir | pemimpi | penyuka milo hangat, bintang, senja, kunang-kunang View all posts by Sash

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: