A Little Step for Big Effect

Awalnya saya merasa biasa saja, hanya sedikit kaget saat sore hari sepulang kantor melihat berita di TV tentang gempa di Sumatra Barat. Malam itu saya sudah tidak memikirkan tentang berita tersebut. Hingga keesokan hari saat saya berangkat kerja ada sms masuk di inbox saya Mbak Padang gempa saya hanya balas Ya aku tau, 7 SR lebih toh? Semalam udah liat di TV. Sesampainya di kantor saya bergegas membuka beberapa portal yang memuat berita tentang gempa.

Ternyata gempa kali ini tidak seringan yang saya bayangkan. Gempa yang berkekuatan 7,6 SR ini meluluhlantakkan kota Padang dan sekitarnya. Atas perintah dari pak bos saya pun bergegas menulis berita bahwa kantor tempat saya bekerja juga mengadakan fundrising untuk korban gempa. Belum selesai saya menulis, datang lagi berita bahwa Jambi diguncang gempa berkekuatan 7.0 SR, dan Mentawai juga. Duh Gusti,,,

Membaca update berita terbaru membuat saya semakin sedih. Fragmen-fragmen ingatan tentang gempa Jogja pun bermunculan satu persatu. Saya trenyuh melihat kondisi mereka, saya miris, saya pengen nolong, tapi gimana caranya? Dulu saat gempa Jogja saya masih bisa ikutan terjun langsung ke lokasi, la kalo sekarang? Saya yakin banyak temen-temen yang memiliki pikiran yang sama namun mereka juga bingung mau nglakuin apa. Mau bantu dana, tapi kok ya dompet tipis, mau jadi relawan langsung kesana paling-paling malah cuma ngrepoti. Tapi saya tetap tidak boleh hanya diam berpangku tangan, rasanya tidak adil melihat mereka di sana menderita sedangkan saya di sini cuma ongkang-ongkang kaki sembari melihat berita.

Saya pun bergegas menghubungi beberapa sahabat, “bro en sist lets do something, aku gak mau kita cuma bantu doa saja, namun kita juga harus melakukan tindakan nyata” Ternyata mereka juga memiliki pemikiran yang sama. Setelah sedikit berbincang dan brainstorming lewat sms, YM, dan FB, kamipun sepakat untuk melakukan aksi penggalangan dana.

“Tapi aku gak mau kalo kita berdiri di pertigaan colombo sambil bawa kotak amal” kata De
“Lah emang siapa juga yang mau gitu? Kita pake cara beda lah, maksimalkan potensi temen-temen, minta tolong ajah Adie n Memed buat ngedisain pin ama stiker, tar masalah produksi aku yang urus”
“Ow gitu yah, sip, sip, berarti kita tinggal bagian distribusi nih?”
“Iya distribusi,,”
“Aku siap bantu pikiran dan tenaga”
kata temenku yang lainnya
“Yo dana barang ndul,,,modal awal kang”

Yah akhirnya kamipun memulai langkah kecil ini. Kami sepakat buat memberi nama “a little step for big effect” (setelah eyel-eyelan antara effect apa impact). Sebenarnya terlalu muluk-muluk juga sih,, “big effect” ah tapi ya sudahlah. Harapan kami semoga langkah kecil yang kami lakukan ini bisa sedikit meringankan beban mereka. Jika “big effect” itu tidak dapat mereka rasakan, setidaknya “big effect” itu terjadi pada diri kami masing-masing. Karena melalui hal ini kami belajar berbagi empati, belajar untuk tidak hanya hidup bagi diri sendiri, tapi juga bagi orang lain. Bukankah hidup itu lebih mudah jika kita mau berbagi??

P.S. Saatnya bekerja keras kawan, ngedesign, produksi, lobi-lobi dan distribusi. Ah sepertinya ini akan sangat menyenangkan bukan??

About Sash

mahasiswa tingkat akhir | reporter | juru ketik | juru potret amatir | pemimpi | penyuka milo hangat, bintang, senja, kunang-kunang View all posts by Sash

One response to “A Little Step for Big Effect

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: