Jogja I Love You Full

Tumpengnya kok bukan nasi kuning ya? hehehehe

Tumpengnya kok bukan nasi kuning ya? hehehehe

Saya bukannya mau ikut-ikutan Mbah Surip, namun hanya menirukan ucapan Pak Wali Herry Zudianto saat memberikan sambutan pada peringatan hari jadi Kota Jogja kemarin (Rabu, 7/10) di Alun-alun Utara. Sesaat setelah memotong tumpeng dan memberikan kepada 5 orang perwakilan tokoh masyarakat, Pak Herry yang mengenakan busana adat Jawa lengkap menyampaikan pidato sambutannya, beliau berujar “Jogja, I love you full” dan semua komponen masyarakat yang tumpah ruah di Alun-alun Utara senyum-senyum, teriak-teriak, dan tak sedikit pula yang bertepuk tangan. Saya sih cuma mesam-mesem sendiri.

Yah tak hanya Pak Herry yang bilang “Jogja I love you full” sayapun dengan lantang berteriak dalam hati (maksutna berteriak dalam hati tu piye ya? hehehe) “Jogja aku mencintaimu dan semakin mencintaimu dari hari kehari” hehehe. Saya yakin tidak hanya saya dan Pak Herry, banyak orang pasti akan bilang seperti itu. Mereka sudah jatuh cinta terlalu dalam dengan Kota Jogja. Siapa sih yang tidak jatuh cinta dengan kota yang aman, tenang, damai, berbudaya, bersahabat, dan kota yang sangat nyaman ini? Ah Jogja itu sungguh melenakan. Penduduknya, budayanya, suasanya, jawanya, keramahtamahannya, aih, membicarkan Jogja tak pernah ada matinya. (Lama-lama kok saya merasa menjadi humasnya pemkot ya? Wkwkwkw)

Dan hari kemarin Jogja ganjil berusia 253 tahun. Sampeyan jangan protes saya bilang “ganjil berusia”, la wong umurnya aja ganjil masak saya mau bilang “genap berusia”? hehehe. Di usianya yang ganjil ini diharapkan Jogja menjadi kota yang mampu berkembang sesuai dengan laju jaman, namun tidak pernah meninggalkan kearifan lokal yang adiluhung.

Nih anak Tonti yang manis itu hehehe,,,

Nih anak Tonti yang manis itu hehehe,,,

Namanya saja berulangtahun, tentu saja penuh dengan perayaan dunk, dan Jogja tidak mau kalah. Sejak pagi berangkat kerja saya sudah melihat banyak orang pake sanggul dan berbeskap ria. Ternyata hari itu semua instansi pemerintah dan pendidikan mengadakan upacara, semua peserta harus menggunakan baju Jawa, ahai,,, sungguh elok nian. Selepas pukul 2 siang acara dilanjutkan dengan Pawai Budaya yang dimulai dari halaman Balai Kota menuju ke Alun-alun utara. Ribuan orang tumpek blek di jalanan, anak-anak kecil berkejaran dan tertawa, penjual es berteriak menjajakan dagangannya, sedangkan saya seperti biasa, asyik memotret peserta pawai. Apalagi ada rombongan tonti dari SMA duh-lupa-namanya yang sebagain besar anggotanya pria-pria tampan hehehehe (inget umur Sash).

Setelah puas mengambil gambar dari depan Disperindagkop sayapun meluncur ke eks-tempat-kerja a.k.a Taman Pintar guna menyapa dan mengejek teman-teman yang mengenakan kebaya dan beskap hehehe. Sayang saya tidak sempat mengabadikan mereka dalam gambar, soalnya buru-buru mengejar moment. Lagi asyik berdesak-desakan dengan ibu-ibu ada sms masuk dari seorang kawan Ke alun-alun aja, liat gajah yuhuuu,,, Alun-alun I’m coming. Begitu memasuki alun-alun dua ekor gajah sudah menyambut saya. Ah andai Riris ikut tentu dia bakalan senang, dia kan suka sekali dengan gajah. Sebagai oleh-oleh aku memotretkan gajah untuknya.

Gajah Gembiraloka,, jadi pengen naik gajah,,,

Gajah Gembiraloka,, jadi pengen naik gajah,,,

Acara yang ditunggu-tunggu pun tiba, prosesi tumpengan. 45 tumpeng dari 45 kelurahan di Kota Jogja satu persatu memasuki venue. Dan disinilah letak kesalahan saya. Tadinya saya sudah berada di posisi yang strategis buat ambil gambar, namun saya malah pindah ke arah selatan, niat hati mau menemui teman saya yang tadi sms, eh tenyata dia malah sudah ada di sisi utara. Tempat saya berdiri penuh dengan kuli flashdisk dan fotografer yang orangnya tinggi-tinggi, lah saya? Kelelep. Saya tidak bisa ngambil gambar. Saya cuma dapat beberapa ajah, dan itupun jelek-jelek uh,,, sebel. Sedangkan temen saya tadi dapat gambarnya cakep-cakep banget. Mau pick up punya dia kok ndak enak, ya sudahlah hehehe.

Sekitar pukul 4.30 acara inti sudah selesai, dan saya pun beringsut menjauhi keramaian. Saya mau pulang, saya capek. Untungnya teman saya yang baik hati menawari untuk pulang bareng hehehe, gak jadi jalan sepanjang Lembah UGM dunk. Saya benar-benar puas hari ini, saya benar-benar suka hari ini, saya bener-bener cinta hari ini, dan saya bener-bener cinta Jogja. Selamat Ulang Tahun Jogja, I love you full.

Lamat-lamat terdengar lagunya Geng Cobra “…Ngayogyakarta kuthane aman berhati nyaman, Kota Seniman, Kota Pelajar, lan Kabudayan…”

About Sash

mahasiswa tingkat akhir | reporter | juru ketik | juru potret amatir | pemimpi | penyuka milo hangat, bintang, senja, kunang-kunang View all posts by Sash

One response to “Jogja I Love You Full

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: