Don’t Judge Me by My Age

“De, apa yang bakalan kamu lakukan saat orang yang underestimate sama kamu gara-gara kamu berusia muda dan terlihat seperti anak-anak?”

“Gwe bakal bilang dont judge me by my size, cuz I’m bigger than mybody! Dan membuktikan kebrilianan gwe sama dya!hajar..!!”

Itulah sepotong percakapan via sms yang saya lakukan dengan De –my partner in crime-. Saya sms dia kaya gitu bukan tanpa alasan, tapi entah kenapa akhir-akhir ini saya merasa berada di posisi itu. Ada orang yang underestimate dengan saya, ada orang yang menganggap saya masih anak kecil, ada orang yang meragukan kemampuan saya dan menganggap saya tidak bisa melakukan apapun. Kalo memang orang tersebut pernah ngetes saya dan hasilnya seperti itu sih saya bisa terima. Tapi masalahnya adalah, orang itu nganggep saya seperti itu hanya karena saya masih kecil dan belum genap berusia 22 tahun. Yah cuma gara-gara itu. Cuma gara-gara saya menjadi yang termuda, terlucu, temanis, dan terimut, wkwkwkwkw.

Saya dianggep masih kecil dan tidak bisa melakukan apa-apa. Hey look at me pliz,, kalo memang saya tidak memiliki kemampuan tentunya saya tidak akan berada disini sekarang bersama anda, anda, dan juga anda. Saya bisa duduk di sebelah anda sekarang sudah merupakan pembuktian yang cukup kalau saya mampu!! Secara langsung hal itu membuktikan kalau saya memang benar-benar bisa dan layak!! Gak peduli saya masih muda atau tubuh saya terlihat kecil, yang penting saya mampu dan bisa.

Hupf,,,, Andai saja saya seberani De dalam mengungkapkan sesuatu tentu saja saya sudah meneriakkan hal ini dari kemarin dulu di hadapan dia. Namun masalahnya saya orang yang tidak suka ribut (apalagi dengan senior), saya tidak suka konfrontasi, saya lebih memilih untuk diam. Yah diam dan terus melakukan bagian saya. Saya ingin menunjukkan kepada mereka bahwa saya tidak seperti yang mereka bayangkan. Usia muda bukan penghalang bagi saya, tubuh kecil juga bukan berarti saya tidak mampu melakukan hal-hal besar.

Baru kali ini saya diperlakukan seperti ini. Yah saya akui dari dulu saya memang seringkali menjadi yang termuda, bahkan sejak pertama kali menginjakkan kaki di bangku sekolah. Saya selalu menjadi si bungsu alias bontot. Namun orang-orang disekitar saya tidak pernah menjadikan saya sebagai pupuk bawang, mereka menghargai saya, dan memperlakukan saya sama. Apalagi ketika mereka tahu bahwa saya juga bisa melakukan apa yang mereka lakukan bahkan terkadang lebih baik dari mereka. Tapi sekarang??? Duh rasanya sakit banget diperlakukan seperti itu. Gak dianggap sama sekali. Yah ini baru kali pertama untuk saya. Saya sedih, saya marah, tapi saya ndak bisa ngapa-ngapain selain diam dan terus bergerak.

Sekarang yang ingin saya lalukan cuma satu. Kamu mo ngapain Sash? Nglabrak dia? Nyolot di depan dia? hoho,,,, bukan-bukan,, saya bukan orang picik yang berfikiran sempit seperti itu. Saya tidak akan melakukan apapun kepadanya, saya akan tetap menyapanya kok dan berusaha tersenyum menghadapi semua perlakuannya. Yang saya ingin lakukan adalah…. “I just wanna prove her that I’m bigger than my size. Please don’t judge me by my age coz I can do many things that u can’t do!”

About Sash

mahasiswa tingkat akhir | reporter | juru ketik | juru potret amatir | pemimpi | penyuka milo hangat, bintang, senja, kunang-kunang View all posts by Sash

2 responses to “Don’t Judge Me by My Age

  • tinaKris

    hu’uh…Walu kecil keliatannya tapi besar dan guede di dalam lubuk yang tersembunyi di hati dan jiwa serta isi kepala. Oranglain bukanlah kita.Oranglain ya oranglain. Yang tau kita ya diri kita sendiri. Orangtua pun belum tentu paham dengan kita. Aku adalah aku.

    yupz bener banget tuh,, eh tapi dirimu setuju dengan tulisanku bukan karena faktor posturmu yang kecil kan? wuakakakak. piss dek,, aku tau di dalam kurusnya badanmu tersembunyi sesuatu yang besar hehehehe ^_^

  • nana

    come sha!!!!
    I know that u can prove that.
    okay.
    diam juga pilihan ko n diam juga punya seribu arti
    meksi diam kita juga bs berpikir cara terbaik buat menunjukkan kalo kita emang bisa.
    semangat

    Iya mbak,,aku merasa dalam diam aku bisa berpikir lebih jernih dan melakukan segala sesuatunya lebih baik. Biar nanti waktu yang akan menjawab….huh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: