Being Twenty Something

*tulisan ini seharusya diposting tanggal 6 Nove ^_^*

“So, how you feel after being twenty something?”

Sepotong SMS yang kuterima di siang hari dari seorang sahabat yang jauh disana. Saya hanya tersenyum dan mencoba menguraikan apa yang saya rasakan. Hmm,, rasanya?? Apa ya? Saya excited,, ya saya sangat menantikan saat-saat ini. Jika dulu saya selalu merasa parno saat hendak bertambah usia kali ini saya benar-benar merasa bahagia, bahkan lebih dari biasanya.

Saya bersyukur karena masih diijinkan Bapa untuk menikmati pertambahan usia, menikmati hari yang baru, dan menikmati setiap keajaiban yang Dia berikan. Masih diijinkan untuk bangun dihari yang baru sama dengan artinya masih diijinkan untuk memperbaiki semua hal-hal buruk yang saya lakukan, masih diijinkan untuk menjadi berkat bagi orang lain, masih diijinkan untuk melakukan setiap hal yang menjadi rancanganNya melalui kehidupan saya. Dan itu merupakan satu alasan yang lebih dari cukup bagi saya untuk berbahagia di hari ini.

Hari ini saya juga merasa menjadi orang yang paling dicintai. Apa pasal? Ada begitu banyak orang yang mengirimi saya ucapan selamat ulang tahun entah lewat sms, telfon, FB, bahkan menghampiri saya serta memberikan kado peluk erat dan cium hangat. Saya tau ada begitu banyak doa yang mereka naikkan untuk saya, dan semuanya itu menguatkan saya untuk menjalani hari-hari kedepan. Sahabat-sahabat itu membuat saya merasa berarti dan merasa ‘ada’.

Yah hari ini saya genap berusia 22. Tinimbang berucap duh kok udah duadua ya’ saya memilih mengatakan wah ternyata masih muda ya, baru juga 22’. Ya, satu tahun kedepan saya akan memandang dan menjalani hari-hari saya dengan semangat yang berbeda. Bukannya mengeluh, namun bersyukur. Bukannya berucap ‘seandainya’, namun ‘walaupun’. Walupun akan banyak halangan yang menanti di depan, saya percaya Dia pasti menguatkan saya untuk melalui semua. Meski tidak terlihat saya juga percaya bahwa para sahabat akan selalu mengingat saya dalam untaian doa mereka. Jadi tidak ada yang perlu ditakutkan.

It’s time to fly, time to reach my dream and face all of my giants.

Catatan gak penting banget:

Mau tau apa terjadi dan apa yang saya lakukan di hari ini? Kontemplasi di tempat yang sangat tenang, tidur 4 jam dan dibangunkan oleh suara dering telefon, make several wishes (gak mau kalo cuma a wish) sambil meniup sebatang lilin dan memakan kuenya sendirian ^_^, liputan mendadak di Hotel Inna Garuda dan saya saltum (“,), liputan opening Festival Malioboro di benteng, menikmati senja di Titik Nol, muter-muter naik Transjogja di malam hari, nangis gara-gara hal ‘gak penting’, dengerin orang nyanyi malam-malam, dan akhirnya sebelum tertidur lelap ada sahabat yang datang membawa kue (lagi) dengan sebatang lilin (lagi), jadinya saya make several wishes (lagi).

 

:: Untuk semua sahabat & kerabat, matur nuwun, atas ucapan, nyanyian & untaian doanya. Bersyukur bisa mengenal kalian semua dalam kehidupanku. Doa, pelukan hangat, semangat, dorongan, cinta, kasih, dukungan, teguran, & tutur kalianlah yang membuatku mampu menjalani hari-hari & membuatku merasa ‘ada di dunia ini’. Kalian adalah cahaya yang pendarnya menerangi gelap malamku ::

About Sash

mahasiswa tingkat akhir | reporter | juru ketik | juru potret amatir | pemimpi | penyuka milo hangat, bintang, senja, kunang-kunang View all posts by Sash

One response to “Being Twenty Something

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: