American Dream VS Indonesian Dream

I say to you today, my friend, that in spite of the difficulties and frustrations of the moment, I still have a dream. (Martin Luther King Jr.)

Gara-gara nyari novel Sang Pemimpi yang entah keselip dimana semalam saya ngubek-ubek rak buku dan tumpukan kardus yang juga berisi diktat, pape, dan catatan kuliah. Tanpa sengaja saya menemukan beberapa novel dan kumpulan teks yang merupakan bacaan wajib semasa masih aktif kuliah. Iseng saya buka beberapa teks dan novel-novel itu, ada Great Gatsby, Amy Tan’s Two Kinds, Thomas Jefferson’s Declaration of Independence, John Steinback’s Of Mice & Men, Arthur Miller’s Death of Salesman, Theodore Dreiser’s From Sister Carrie, dan masih banyak lagi. Sang Pemimpi pun jadi terlupakan karena saya asyik membongkar-bongkar catatan lawas tersebut.

Tiba-tiba saya menemukan paper untuk matakuliah Amlit di semester VI dulu. Paper itu membahas tentang American Dream dalam Amy Tan’s Two Kind dan Theodore Dreiser’s From Sister Carrie. Ahai tiba-tiba saya jadi teringat tentang American Dream. Jadi apakah American Dream itu? Sebelum saya nulis lebih banyak lagi mari kita duduk sejenak sambil ngobrol dan ngopi-ngopi dulu (halah malah ngelantur).

Jadi gini. Setiap orang pasti punya mimpi kan? *jawab iya* nah American Dream itu ya mimpinya orang-orang Amerika *jiah,,, kalo Cuma gitu aku juga tau Sash* Eitz tapi tunggu dulu. Yang disebut American Dream itu bukan mimpi sembarangan, tapi mimpi yang sudah mengglobal, tidak hanya mimpi milik perseorangan, melainkan sudah menjadi milik seluruh warga negara Amerika.

Terminologi American Dream sendiri digunakan pertama kali oleh James Truslow Adams dalam bukunya yang ditulis pada tahun 1931. Di buku berjudul The Epic of America itu tertulis eperti ini:

“The American Dream is that dream of a land in which life should be better and richer and fuller for everyone, with opportunity for each according to ability or achievement. It is a difficult dream for the European upper classes to interpret adequately, and too many of us ourselves have grown weary and mistrustful of it. It is not a dream of motor cars and high wages merely, but a dream of social order in which each man and each woman shall be able to attain to the fullest stature of which they are innately capable, and be recognized by others for what they are, regardless of the fortuitous circumstances of birth or position.”

Ide dari American Dream sendiri berawal dari kalimat kedua teks Declaration of Independence yang mengatakan bahwa setiap manusia itu sama “all men are created equal”. Manusia telah di beri anugerah tertentu oleh Sang Pencipta “endowed by their Creator with certain Rights” termasuk kehidupan, kebebasan, dan kebahagiaan “Life, liberty and the pusuit of happiness”. Jadi American Dream adalah national ethos bangsa Amerika yang memimpikan kehidupan yang lebih baik.

Bagi Marthin Luter King Jr. mimpinya adalah supaya warga kulit hitam mendapatkan kehidupan yang lebih baik, tidak hanya menjadi warga kelas dua melainkan mendapat perlakuan dan posisi yang sama dengan warga kulit putih. Dan hal itu terbukti sudah, orang nomer satu di Amerika saat ini adalah warga kulit hitam om Barack Obama.

Namun, pada kenyataanya banyak orang yang telah mereduksi esensi dari American Dream itu sendiri, sehingga makna American Dream menjadi sempit. Yang ada dalam pemahaman mereka hanyalah mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Kehidupan lebih baik yang dimaksud hanya sebatas pada materi. Hidup mewah, memiliki strata sosial yang tinggi, serta bergelimang harta. Hal ini bisa terlihat dalam novel-novel maupun short story seperti yang sudah saya sebutkan diatas. Padahal makna sebenarnya lebih daripada itu. American Dream tidak hanya sebatas pada pengejaran materi.

Ngomong-ngomong soal mimpi, berdasarkan penelitian asal-asalan yang telah saya lakukan bersama beberapa kawan saya, ternyata orang Indonesia pun memiliki mimpi yang hampir sama dengan bangsa Amerika. Saya dan kawan-kawan menyebutnya sebagai Indonesian Dream. Masyarakat Indonesia bermimpi memiliki penghidupan yang lebih layak serta terjamin di hari tua. Untuk mendapatkan hal itu ada satu jalan, yakni jadi PNS!!

Sekarang pertanyaannya, kenapa harus PNS? Karena menurut mereka menjadi PNS berarti strata sosial di masyarakat naik, memiliki gaji tetap, libur tetep digaji, dan yang menyenangkan adalah mendapatkan pensiunan. Jadi, saya dan teman-teman menyimpulkan bahwa Indonesian Dream itu ya jadi PNS. Kalo menurut Anda sendiri bagaimana?? monggo dijawab..

About Sash

mahasiswa tingkat akhir | reporter | juru ketik | juru potret amatir | pemimpi | penyuka milo hangat, bintang, senja, kunang-kunang View all posts by Sash

3 responses to “American Dream VS Indonesian Dream

  • morishige

    standar impian kedua bangsa ini mungkin berbeda, ya? *sok bijak plus sok netral mode on*

    kalo orang Amerika mimpinya bisa memaksimalkan potensi yang ada pada dirinya semasa hidup, orang Indonesia malah sudah puas dengan hidup datar-datar saja sampai tua.😦

    Sash::
    Kalo aku sih liatnya hampir sama,, mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Yang beda pada cara mendapatkannya. Kalo mereka bakalan berusaha sekuat tenaga buat dapatin impian mereka termasuk dengan melakukan berbagai inovasi, mereka berani ambil resiko, dan tidak gampang puas. Nah kalo orang Indo sukanya main di tempat yang aman dan cukup puas dengan itu,,,

  • yustha tt

    PNS sebenernya bukan murni impianku, lebih ke keinginan orang tua. Strata sosial tinggi? Menurutku tidak juga. Setelah ada di sini semua tampak biasa2 saja.

    Semua pasti bermimpi untuk jadi lebih baik. Mana ada sih yang pengen jadi lebih buruk…

    Mimpiku sekarang: pergi….😉

    Sash::
    Kenapa orang tua demen banget nyaranin anaknya buat jadi PNS ya? saat ini pun aku sedang berusaha menerangkan kepada orang tua bahwa jadi PNS pun bukan jaminan🙂

    Kalo di kota memang gak begitu keliatan mbak, tapi kalo di desa-desa sana uih,, jadi PNS tuh kebanggaan lho, dan menaikkan strata sosial hehe.

    Kalo menurutku pribadi jadi apapun itu kalo memang sudha pilihan dna panggilan gak masalah, asal kita melakukan yang terbaik dalam setiap hal yang kita kerjakan.. aku tau mbak titik beda kok, bisa mendobrak paradigma PNS yang kadang tercitra ‘pemalas’, iya kan mbak?🙂

    Mimpiku sekarang juga pergi…bareng ajah yukz perginya?😀

  • elia|bintang

    sekarang ini, orang indonesia kebanyakan mimpinya ya bergaji tetap. sekolah, kuliah, meniti karir. salah satunya ya jadi pns.

    coba kita liat ke belakang deh. apa yang ngebuat kerajaan sriwijaya maju? sektor perdagangannya. saat ini negara2 yg maju itu juga yg sektor bisnisnya kuat, misalnya amerika dan cina. so, knp kita ga bermimpi jadi entrepreneur? indonesia ini kaya tapi jiwa wirausahanya rendah, jadi sering sda kita malah dicaplok bangsa lain..

    salam kenal yah!😀

    Sash::
    Yupz bener banget,, makanya aku bilang orang indo seneng main di zona aman,, kalo mau bisnis kan harus berani ambil resiko,, makanya banyak yang gak brani…

    Salam kenal juga🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: