ABSURD

Jumat sore sekitar pukul 2.30. Seorang cewek lucu dan menggemaskan (CLM) tangannya sedang asyik menari dengan lincah di atas papan kunci. Setumpuk buku tebal dan catatan ada di sisi kirinya, di sisi kanannya segelas besar air putih dan bungkus plastik berisi remah-remah roti. Tak peduli dengan rekan-rekan satu ruangan yang juga sedang sibuk sendiri-sendiri. Tiba-tiba muncullah sang pembawa (PK) kabar.

PK           : Siapa yang dapat jatah wawancara sama Ipank? orangnya udah di bawah.

Tidak ada respon. Semua masih tenggelam dalam kegiatan masing-masing. Beneran tidak dengar kata-kata PK atau pura-pura saja hanya Tuhan dan orang-orang tersebut yang tau. CLM sebenarnya dengar, tapi dia ikut-ikutan pasang tampang cuek dan sok cool.

PK           : Woiiii (intonasi naik 3 oktaf), yang mau wawancara Ipank cepetan turun, dia sudah nunggu di ruang tamu. Kalo 10 menit lagi nggak ada yang nemuin dia awas ya (katanya sambil lalu).

Mahluk-mahluk kece di ruang redaksi pun saling berpandangan. Dan seperti dikomando semua mata akhirnya tertuju pada CLM.

CLM       : Loh kok pada liatin aku?

kawan 1: Keknya kemarin yang mau wawancara kamu deh.

kawan 2: Iya, seingatku juga gitu

kawan-kawan lain pun bersekongkol memaksa CLM untuk mewawancarai Ipank. Berbagai alasan dan argument CLM keluarkan untuk menolak pemaksaan tersebut. Mulai dari “haduh tiba-tiba aku sakit perut je”, atau “aku ngeblank, belum bikin template pertanyaan,” atau “aku tuh ndak paham tentang seni murni dan instalasi art ya, ntar malah interviewnya jadi gak jelas”, tapi semua alasan dipatahkan dengan mudah oleh kawan-kawan CLM. Hingga kalimat terakhir keluar “Yawes, tapi mana recordernya?“.  Kawan 1 hanya tersenyum simpul “pake HPku ajah nih”.

Akhirnya berbekal selembar kertas, pulpen, hp, dan otak yang kosong si CLM menemui Ipank. Perupa muda itu hanya senyum-senyum saat berkenalan. Sebelum wawancara dimulai dengan bodohnya polosnya ngomong “Mas ini pertama kali aku wawancara tentang seni murni lho. Maaf ya kalo nanti aku nanyanya aneh-aneh. Soalnya aku sama sekali nggak ngerti dan ngeblank. “ Si Ipank cuma senyum-senyum saja. Entah senyum paham atau senyum mengejek.

Menit-menit pertama wawancara berlalu dengan lancer. CLM nanya, Ipank menjawab dengan panjang lebar.  Di menit ke 15 CLM udah bingung mau nanya apa lagi akhirnya dia bilang “Mas aku udah ndak tau mau tanya apa lagi. Pokoknya sekarang mas cerita deh, cerita apa aja juga boleh”. Ipank lagi-lagi senyum dan ketawa. Kali ini wajahnya udah ikut-ikutan bingung, mungkin dia mikir seperti ini “Ni anak kok absurd banget sih”. Untung Ipank orangnya baik. Dia mau cerita panjang lebar. 30 menit berlalu sudah.

Ipank sudah selesai cerita. Dia diam. CLM pun bengong. AKhirnya Ipank ngomong lagi “Gimana kalo aku bantu ngasih pertanyaan?” CLM mengangguk sambil tersenyum sumringah. “Iya gapapa”. Ipank ngomong lagi “Misalnya jenis aliranku apa gitu ya?”. CLM mengangguk lagi dan bertanya “Iya itu, jadi aliran mas Ipank apa?”. Ipank pun menjawab dengan panjang lebar. hal itu terjadi berkali-kali. Ipank nanya sendiri, dijawab sendiri. CLM tinggal mencatat hal-hal yang dirasa penting sambil mengangguk-angguk dan sesekali bertanya supaya tidak terlihat begitu bodoh.

Setelah kurang lebih 45 menit proses wawancara pun dirasa cukup. Ipank pamit sambil berjanji akan mengirimkan beberapa catatan penting ke email CLM sebagai data tambahan untuk tulisan CLM. Setelah Ipank pergi CLM pun kembali ke ruang redaksi. Sebelum masuk ruangannya CLM bertemu editor yang nanyain “gimana ngobrolnya ama Ipank?”, CLM cuma cengar-cengir sambil jawab “entah aku juga nggak dong tadi dia ngomong apa aja hehehe,” editor cuma geleng-geleng kepala liat tingkah polah salah satu redakturnya yang absurd.

Begitu masuk ruangan CLM langsung ngasih HP ke kawan 1. “Nih HPmu aku balikin. Sekalian minta tolong pindahin rekaman barusan ya,” kawan satu menerima HP dan mencari kabel data. CLM kembali duduk di kursinya bersiap meronce kata hasil wawancara. Tiba-tiba kawan satu ngomong dari kursinya “Datanya nggak ada. Tadi itu belum kerekam,” “What????” teriak CLM kaget. Jadi hasil interview absurd dengan durasi sekitar 45 menit tidak masuk ke dalam mesin perekam. Jadi perbincangan tadi ilang begitu saja. Jadi?? Jadi?? Oalah jian…

Kawan-kawan CLM yang kebetulan sedang ada di ruangan yang sama cuma bisa ketawa, apalagi ditambah mendengar cerita CLM tentang proses wawancara yang absurd. Sedangkan CLM cuma bisa misuhi kebodohannya. Jadi pesan moral yang ingin disampaikan melalui kisah ini adalah kalo mau interview orang harus bikin riset dulu biar ndak kelihatan begitu bodoh seperti CLM. Jika memang kalian belum tau atau tidak begitu ngeti tentang bidang yang kalian tanyakan jangan merasa sok tau. Tapi juga jangan terlalu blak-blakan bilang ngeblank seperti CLM. Untung Ipank sosok narasumber yang baik dan kooperatif. Dan yang terakhir dan terpenting, jangan jadi orang katrok dan gaptek.  Masak udah wawancara hampir 1 jam tapi perekamnya gak jalan gara-gara salah pencet tombol? Benar-benar absurd!!

About Sash

mahasiswa tingkat akhir | reporter | juru ketik | juru potret amatir | pemimpi | penyuka milo hangat, bintang, senja, kunang-kunang View all posts by Sash

8 responses to “ABSURD

  • MU2'

    Cewek Lucu Menggemaskan? mungkin buat mas Ipank bukan lagi Cwek lucu menggemaskan tapi Cewek Lugu Meng’Gilani.. hahahahahaaaa

    Tapi tetap asyik, jadi kangen suasana ribet ngejar berita sekaligus dikejar dateline..
    😛

    Sash::
    Jiah wkwkwkwk,,, eh tapi gara-gara hal itu pas opening pamerannya kemarin dia jadi ingat ma aku lho mas dan nemuin secara khusus hehehe

  • meishaa

    hahahaha…CLM tu bisa juga berarti clamitan😀

    Sash::
    Huehehehe,,, bisa ja mbak Sha

  • Gugun 7

    Aku pernah gak bawa kaset, padahal sudah mau taping wawancara…

    Sash::
    Wkwkwk,, ternyata sama aja,,

  • julianusginting

    wekekekee..e…kacau jg yah..🙂

    Sash::
    Hehehe,, ya gitu deh, absurd..

  • yustha tt

    **baca jawaban komennya Mu2**

    Jadi CLM itu kamu Sash??!! *sok oon*

    Sash::
    Hiyaaaa,,, blunder nih hehehe

  • Den Hanafi

    Wkwkwkwk…

    kunjungan perdana nih.
    salam kenal y mbak.🙂

    Sash::
    Salam kenal juga, langsung meluncur ke TKP😀

  • milky

    cerita yang menarik….terkadang emang ada temen kita yg seperti CLM. Atau bahkan kita sendiri seperti itu tanpa kita sadari.
    mba tukeran linkyuk.. nih alamat ku

    bannernya menatapsenja apa??

  • Mas Ben

    Tapi email yang diterima dari Ipank, asli murni orisinal dan komplit sebagaimana yang ditanyajawabkan kan ya ? heeehe

    Salam bentoelisan
    Mas Ben

    Sash::
    Ipank ndak jadi ngirim mas,, dia lupa. akhirnya saya datang ke opening pamerannya, disana kan ada katalognya hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: