Menghitung Hari

22 tahun, 7 bulan, 2 hari yang lalu saya baru saja menghirup udara di dunia.

Sekitar 18 tahun yang lalu saya mulai duduk di bangku sekolah dasar, belajar berhitung satu dua, serta mengeja.

12 tahun yang lalu saya mengganti merah putih dengan biru putih yang kedodoran di badan saya.

9 tahun yang lalu dengan langkah malu-malu saya memasuki kelas yang baru dengan teman-teman pria yang sudah tidak mengenakan celana pendek lagi.

7 tahun yang lalu dengan penuh kebanggan saya berdiri di panggung kehormatan dengan trophy dan sertifikat juara lomba karya ilmiah serta segepok hadiah di tangan saya. Dalam jarak yang berdekatan saya juga mendengar nama saya diumumkan sebagai juara dalam lomba bidang lainnya.

6 tahun yang lalu dengan seragam penuh coretan spidol dan pilox yang dibelikan ayah, saya berlari pulang ke rumah sambil membawa dua kabar gembira. Lulus Ujian Nasional dan diterima sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri ternama tanpa melalui tes. Saya ingat, air mata ibu merebak melihat putrinya lulus SMA.

Setelah itu waktu-waktu berlalu begitu cepat. Saya menjadi mahasiswa baru. Saya memulai hidup sendiri. Saya menjadi 17 ditandai dengan timpukan tepung dan telur di depan gedung C13. Saya pernah bolos. Saya pernah tidur di kelas. Saya pernah diusir dosen dari ruangan. Saya pernah ikutan aksi di perempatan kantor pos besar. Saya jadi aktivis persma. Saya jadi aktivis PMK. Saya main ke sini ke sana, haha hihi, suka-suka, melewatkan masa muda dengan canda tawa.

3 tahun yang lalu saya  mulai merasa bahwa tidak selamanya saya boleh mengandalkan orang tua. Saya harus mandiri. Saya mulai cari kerja. Berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Cari pengalaman sebanyak-banyaknya. belajar sebanyak-banyaknya. Cari relasi sebanyak-banyaknya. Belajar apapun yang bisa dipelajari sebagai bekal di hari tua. Tak peduli kata orang ‘tidak sesuai jurusanmu’, yang penting itu semua berguna.

1,5 tahun yang lalu satu persatu rekan seangkatan melanggangkangkung beranjak pergi meninggalkan bangku kampus. Dan saya masih tetap sama. Status mahasiswa yang ngobyek sini sana. Bangga dan bahagia. Ibu mulai sering bertanya, kapan anak pertamanya diwisuda menjadi sarjana. Saya menjawab sekenanya.

1 tahun kemudian saya mendapatkan tawaran pekerjaan yang lebih baik. Setelah sekian lama meloncat kesana sini saya merasa bahwa inilah yang saya cari. Bekerja di pabrik kata-kata. Setelah melalui berbagai halangan dan rintangan, merayu dan memaksa orangtua, akhirnya saya diijinkan kerja fulltime. Dan ya, saya diterima di pabrik kata-kata sebagai tukang meronce kata, kadang mencari berita, kadang juga melukis dengan cahaya. Saya bahagia, saya suka. Skripsi semakin terlupa. Gelar SS semakin menjauh.

Hari ini, 8 Juni 2010, tepat satu tahun saya berkerja di pabrik kata-kata. Saya bahagia. Saya suka. Walau ada banyak hal yang terkadang memusingkan kepala, membuat saya ingin berbalik arah dan berlari mundur, tapi pada akhirnya saya mampu bertahan di sini. Banyak yang telah saya pelajari. Baik masalah teknis maupun non teknis. Bagaimana memanajemen waktu, manajemen diri, termasuk juga manajemen hati. Saya bersyukur bisa berdiri di hari ini. Memasuki ruangan yang sama seperti rungan yang saya masuki pada satu tahun silam.

Di tempat ini saya bertemu orang-orang hebat, orang-orang luar biasa, orang-orang gila, orang-orang menyebalkan, orang-orang yang membuat pening kepala, orang-orang yang mampu mencipta tawa. Saya bangga dan bahagia bisa bekerja bersama mereka semua. Mereka laksana besi yang menajamkan pedang karakter saya. Karena mereka juga saya bisa menjadi sosok Sasha seperti sekarang ini. Terimakasih semuanya.

Hari ini juga sudah satu tahun saya bisa hidup mandiri tanpa sokongan dari orang tua, ibu dan bapak. Bukan maksud hati jumawa, tapi justru saya ingin berterima kasih kepada mereka berdua. Karena didikan dan asuhan merekalah saya bisa menjadi seperti ini. Meski saya bukan siapa-siapa dan belum menjadi apa-apa, tapi saya percaya, di mata mereka saya adalah si sulung yang hebat dan luar biasa. Sosok yang selalu mereka banggakan. Maturnuwun pak, bu’.

6 bulan yang akan datang saya berharap dan berdoa semoga saya sudah bisa mengenakan toga di kepala dan berjalan dengan gagah di aula utama saat nama saya disebutkan. Karena hanya itu yang orangtua saya inginkan. Melihat anak mereka berhasil menjadi sarjana. Semoga saya bisa.

nb: tulisan ini dibuat sebagai pengingat bahwa hari ini saya tepat satu tahun berada di kawah candradimuka, pabrik kata-kata. Dan saya merasa luar biasa karena berhasil satu tahun yang singkat ini. Entah akan berapa lama lagi saya berada di sini, tapi semua yang terjadi telah menjadi pelajaran hidup yang luar bias auntuk saya.

About Sash

mahasiswa tingkat akhir | reporter | juru ketik | juru potret amatir | pemimpi | penyuka milo hangat, bintang, senja, kunang-kunang View all posts by Sash

4 responses to “Menghitung Hari

  • Gugun 7

    Pertamax juga nih… sama kayak kemarin karena kadar gula lagi rendah, jadi gak bisa ngomong yang manis-manis. kamu ulang taun atau apa gak ngerti juga… yg jelas. semua yang diinginkan pasti tercapai. jangkauan itu sangat dekat. Tetep nikmati semua ini dengan menyenangkan. Aalizweel

  • aziz

    yyyyuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhuuuuuuuuuuuuuu………………………………….

    ting tong ting tong…..

    tok tok tok…

    dor dor dor.,.,.,.

    auooooo………………….

    hari ini hari ini hari ini, hari apa ya…………..
    eeemmmmmmmmmmm…………

  • Mas Ben

    Selamat merayakan satu tahun kemandirian, Mbak🙂

    Salam bentoelisan
    Mas Ben

  • ecka

    soal pilihan sha, ketika kita sudah nyaman terhadap apa yang kita jalani sekarang, maka kita ga akan pernah ragu mengembangkannya.

    So, tetaplah berkarya, jika kamu lulus tepat waktu anggap saja itu bonus hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: