Tentang Rokok

“Mbak, si Zia itu ngrokok ya?” tanya Lena padaku di suatu malam sepulang kami nongkrong.

“Iyupz, kenapa Len?”

“Ya ndak papa sih. Tadi dia habis berbatang-batang lho. Kok dia ndak canggung ya ngrokok di depan orang banyak, gak takut imagenya jadi jelek pa ya?” tanyanya dengan air muka heran. “Kan dia cewek,” lanjutnya.

“Trus kenapa kalo cewek?” tanyaku.

“Uhm,,, ya gimana ya, buatku cewek ngrokok tuh konotasinya negatif je,” ujarnya. Continue reading


Menghitung Hari

22 tahun, 7 bulan, 2 hari yang lalu saya baru saja menghirup udara di dunia.

Sekitar 18 tahun yang lalu saya mulai duduk di bangku sekolah dasar, belajar berhitung satu dua, serta mengeja.

12 tahun yang lalu saya mengganti merah putih dengan biru putih yang kedodoran di badan saya.

9 tahun yang lalu dengan langkah malu-malu saya memasuki kelas yang baru dengan teman-teman pria yang sudah tidak mengenakan celana pendek lagi.

7 tahun yang lalu dengan penuh kebanggan saya berdiri di panggung kehormatan dengan trophy dan sertifikat juara lomba karya ilmiah serta segepok hadiah di tangan saya. Dalam jarak yang berdekatan saya juga mendengar nama saya diumumkan sebagai juara dalam lomba bidang lainnya. Continue reading


ABSURD

Jumat sore sekitar pukul 2.30. Seorang cewek lucu dan menggemaskan (CLM) tangannya sedang asyik menari dengan lincah di atas papan kunci. Setumpuk buku tebal dan catatan ada di sisi kirinya, di sisi kanannya segelas besar air putih dan bungkus plastik berisi remah-remah roti. Tak peduli dengan rekan-rekan satu ruangan yang juga sedang sibuk sendiri-sendiri. Tiba-tiba muncullah sang pembawa (PK) kabar.

PK           : Siapa yang dapat jatah wawancara sama Ipank? orangnya udah di bawah.

Tidak ada respon. Semua masih tenggelam dalam kegiatan masing-masing. Beneran tidak dengar kata-kata PK atau pura-pura saja hanya Tuhan dan orang-orang tersebut yang tau. CLM sebenarnya dengar, tapi dia ikut-ikutan pasang tampang cuek dan sok cool. Continue reading


JogjaTrip.com Going Online

Setelah penantian sekian lama akhirnya bayi yang digadang-gadang lahir juga. Berawal dari pemikiran untuk menyajikan pesona Provinsi Yogyakarta baik dari segi wisata maupun budaya dalam satu paket, maka kami (saya dan beberapa kawan) berencana ingin membuat sebuah media yang mampu mewadahi gagasan tersebut. Lalu ide tersebut digulirkan dalam forum dan rupanya si bos menyetujui. Berhubung sejak awal kami concern di media online maka media yang akan kami buat pun berupa media online bukan media cetak.

Saya pribadi baru kali ini turut serta secara aktif dalam proses ‘kelahiran jabang bayi’. Kalau untuk majalah, buletin, dan buku, saya memang pernah beberapa kali terlibat dalam proses penggarapannya.  Dulu, saat masih baru-barunya menjadi anggota EKSPRESI saya pernah belajar tentang bagaimana proses pembuatan sebuah media massa. Tapi saat menghadapinya langsung ternyata cukup menguras energi dan tidak semudah yang ada dalam teori. Continue reading


Mahadewi

Saya tertegun. Lidah saya kelu dan tak mampu berucap barang sepatah kata. Entah ini hanya kebetulan atau memang pertanda.

Dia, seseorang yang tak boleh disebutkan namanya hadir begitu saja lewat bait-bait lagu. Tanpa permisi, tanpa ketukan. Menyeruak ditengah kerumunan. Memecahkan keheningan malam. Bahkan menyembul di atas permukaan. Dia muncul di mana-mana.

Sejauh apapun saya berlari dia tetap mengejar. Tak peduli di manapun saya sembunyi dia selalu berhasil menemukan. Memaksa mengingat kembali semua hal yang seharusnya sudah saya kubur dalam-dalam. Argggggggggghh.

Sekian waktu berlalu dan dia masih tetap bertahan disana. Melagukan nada-nada serta bait-bait terindah. Continue reading


Perempuan Penjual Bunga

Mbah Sadinem, perempuan penjual bunga

Tak sengaja saya bertemu dengannya pada suatu malam menjelang pergantian hari. Dia, perempuan paruh baya yang tengah sibuk menata barang dagangannya. Mbah Sadinem, begitu dia biasa dipanggil. Menghabiskan hari-harinya dengan bunga-bunga semenjak lulus SD hingga kini sudah berusia lebih dari setengah abad. Setiap hari ia memetik bunga-bunga yang ada di halaman rumahnya di daerah Bantul, kemudian membawanya ke Pasar Ngasem.

Berpuluh-puluh tahun menggantungkan hidup pada bunga-bunga tentu saja tak mampu membuatnya kaya. Namun, dia tak pernah mengeluh. Wangi bunga mampu meredamkan semua rasa yang bergejolak di dada. Sekali waktu sempat dia menyesal karena telah memilih untuk menjadi penjual bunga di usianya yang dini tinimbang melanjutkan sekolah. Apalagi saat melihat teman-temannya di kala SD menjadi orang-orang yang sukses. “Tapi saya percaya bahwa ini memang jalan yang harus saya lewati. Saya tidak boleh menyesal dan mengeluh,” ujarnya. Continue reading


Ramal Meramal

Seharian ini saya banyak ketawa sendiri di depan komputer. Apa pasal? Karena saya menemukan mainan baru yang cukup menghibur dan mampu membuat saya tergelak hingga mengeluarkan air mata. Semuanya ini berawal dari tadi pagi saat saya mampir ke rumah selingkuhan saya 😀 Disana saya disodori setoples kudapan berupa tulisan tentang juru ramal.

Iseng saya meluncur ke rumah juru ramal untuk mencoba peruntungan.Ini kali pertama saya diramal berdasarkan nama. Sayapun menyebutkan nama pangilan saya, Sash. Menurut juru ramal, masa depan saya akan menjadi tukang hipnotis. Saya tersenyum. Kemudian saya ucapkan nama lagi, Sasha. Juru ramal bilang bahwa masa depan saya akan menjadi badut ancol. Di bagian ini saya terbahak. Saya tidak bisa membayangkan muka saya saat menjadi badut ancol. Kemudian saya ajukan nama lengkap saya, Elisabeth Murni, juru ramal bilang saya akan jadi alim ulama. wkwkwkwk,,, saya benar-benar merasa geli dan terus tertawa 😀 lumayan humor dipagi hari pikir saya.

Satu yang perlu temen-temen ketahui, juru ramal ini memang tidak meramal seperti jayabaya. Namun justru disitu uniknya, saya terbahak membaca semua hasil ramalannya. Mosok masa depan saya menjadi badut ancol? kocak bener. Continue reading


Mereka Adalah Malaikat yang Tuhan Kirim…

“Citra adalah malaikat yang Tuhan kirimkan dalam keluarga kami, tidak ada alasan bagi saya untuk tidak bersyukur atas kehadirannya”

Lebih kurang kalimat seperti itulah yang semalam keluar dari bibir Choky Sitohang saat ditanya oleh Rosiana Silalahi tentang kondisi adiknya – Citra, yang mengalami down syndrome. Saya kaget mengetahui fakta bahwa salah satu adik Choky (presenter yang cakep ituh, yang keren ituh, yang low profile ituh) menderita down syndrome. Kemudian kekagetan saya tergantikan dengan rasa kagum saat dia tanpa malu-malu menceritakan kondisi adiknya dan tetap bisa bersyukur atas keberadaan adiknya.

Ingatan saya tiba-tiba melayang ke masa 12 tahun yang lalu, saat dimana ibu melahirkan adik saya yang pertama sekaligus yang terakhir. Saat itu saya berusia 10 tahun dan duduk di kelas 6 SD. Adik saya lahir malam hari, dan saat itu saya tidak sempat terjaga untuk melihat proses kelahirannya. Padahal sejak siang saya sudah setia menemani ibu di klinik bersalin. Pagi hari ketika saya bangun ayah saya bilang “Adikmu sudah lahir, cewek, kamu mau lihat ndak?” saya hanya mengangguk. Kemudian setelah cuci muka dan gosok gigi saya diajak ayah ke klinik.

Sepanjang perjalanan saya hanya diam, dan tiba-tiba ayah bilang “Nanti kalau lihat adik jangan kaget ya? Pokoknya seperti apapun dia, dia itu adikmu, jadi kamu harus sayang sama dia”. Saya yang masih separuh sadar dari tidur hanya menganggukkan kepala tanpa tahu apa yang dimaksudkan oleh ayah saya. Continue reading


Saya Selingkuh

Silakan bilang saya bukan orang yang setia, silakan bilang saya orang yang menyebalkan, silakan bilang saya orang yang nggak bisa jaga komitmen, saya nggak bakal marah. Ini memang kenyataan yang terjadi dan saya nggak akan menutupinya. Kejujuran memang kadang menyakitkan, tapi saya akan tetap menyampaikannya. Ya, saya selingkuh.

What???? Kamu selingkuh Sash? Sama Siapa?? Kok bisa? La terus dia gimana? dia tau ndak?? Katanya kamu sayang dia kok malah selingkuh????

Lah nanyanya satu-satu napa, sabar, bentar lagi saya juga bakalan cerita. Jadi kenapa selama ini saya jarang update tulisan itu karena saya selingkuh. Saya mendua hati. Saya menemukan tambatan hati yang lain.  Awalnya sih saya belum tergoda, saya memutuskan untuk tetap bertahan dan setia. Tapi ternyata rayuannya maut. Dia memberikan banyak hal yang tidak pernah atau belum pernah saya dapatkan sebelumnya. Dia memanjakan saya dengan banyak hal. Pesonanya sungguh luar biasa. Dan sebagai wanita yang lemah, akhirnya saya menyerah. Saya masuk dalam jeratannya, dan memutuskan untuk bersamanya. Continue reading


Perjalanan

Saya baru saja dapat kabar gembira. Bulan depan saya akan melakukan perjalanan. Dan yang lebih menggembirakan, semua biaya perjalanan dan akomodasi selama di lokasi sudah ditanggung. Saya hanya cukup membawa diri dan perlengkapan pribadi. Oya tak lupa kondisi fisik juga harus prima, mengingat akan banyak yang saya lakukan di sana nantinya.

Baru membayangkan saja saya sudah merasa senang. Jalan-jalan, ceklak-ceklik, bikin catatan, sudah gitu dibayar pula, hmm.  Saya begitu bersemangat, karena pada dasarnya saya orang yang paling bersemangat jalan-jalan, baik sebatas keliling kota atau menjelajah ke tempat-tempat yang jauh.

Perjalanan itu selalu memberikan hal-hal baru bagi saya. Wawasan saya jadi bertambah, saya jadi bisa melihat banyak hal, dan tentunya belajar lebih peka terhadap sekitar. Saya bisa bertemu dengan orang-orang dari beragam latar belakang dan berbagai karakter. Dari orang-orang yang saya temui saya bisa mendapatkan banyak kisah, mulai dari kisah hidup yang biasa-biasa saja hingga kisah-kisah yang luar biasa. Saya banyak belajar tentang perjuangan dan semangat hidup dari mereka. Continue reading