Category Archives: Blusukan

Yang Mblenduk di New Nglepen Village

Kalau Semarang punya bangunan unik berbentuk kubah yang diberi nama Gereja Blenduk, maka di Jogja juga ada bangunan yang hampir sama dan disebut sebagai masjid Blenduk. Meskipun sama-sama berfungsi sebagai tempat ibadah dengan bentuk ‘mblenduk’, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Gereja Blenduk dibagun oleh bangsa Portugis pada tahun 1753 dengan ciri arsitektur Eropa klasik bergaya pseudo baroque yang megah, dengan 2 menara lonceng di kanan kirinya.

gambar diambil secara ilegal dari sini

Nah kalo Masjid Blenduk? Masjid Blenduk dibangun pada Oktober 2006 oleh LSM WANGO (World Association of Non-Governmental Organization) bekerjasama dengan Domes for the World Foundation (DFTW). Bentuknya sangat sederhana dan tentu saja tidak sebesar serta semegah Gereja Blenduk. Penasaran dengan gambarnya? baca dulu terus sampe selesai hehehe :mrgreen:

Kenapa tiba-tiba saya ngomongin tentang bangunan yang mblenduk-mblenduk? Continue reading

Advertisements

Saat Gunung di ‘Museum’kan

Entah kenapa setiap kali saya berencana mengunjungi Museum Gunung Merapi pasti ada sesuatu yang menggagalkan rencana itu :(. Sudah sejak Desember saya ingin berkunjung ke museum baru ini, namun belum pernah terlaksana. Akhirnya sepulang gereja Minggu siang kemarin, tanpa perencanaan sebelumnya saya mengajak dengan paksa sahabat saya untuk menemani acara jalan-jalan ke Museum Gunung Merapi yang lebih akrab disebut MGM.

Kenapa saya ngebet banget pengen ke MGM? Yang pasti saya penasaran dengan koleksinya, pasalnya MGM ini digembar-gemborkan sebagai pusat informasi, penelitian, pendidikan dan wisata tentang kegunungapian di seluruh dunia secara umum dan Gunung Merapi secara khusus. Berhubung jaman SMA saya cinta dengan pelajaran geografi, mangkanya saya ngebet pengen main kesini (gak nyambung.com :mrgreen: ). Selain itu alasan khususnya adalah, setelah 6 hari berkutat dengan pekerjaan kantor dan skripsi yang bikin depresi saya mau meluangkan hari Minggu saya untuk jalan-jalan, dan MGM adalah tujuannya. MGM yang terletak di lereng selatan Merapi ini baru saja diresmikan oleh Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro pada tanggal 1 Oktober 2009 lalu. Berhubung obyek wisata baru, makanya jumlah pengunjungnya belum begitu banyak. Lokasinya yang agak nyempil (di Jalan Boyong) dan tidak terjangkau angkutan umum juga menjadi salah satu faktor kecilnya jumlah kunjungan wisatawan ke tempat ini.

Sekitar pukul 13.00 saya sampai di parkiran MGM. Udara sejuk dan cenderung dingin menyambut kami berdua. Setelah memarkir kendaraan kami berjalan menyusuri areal parkir yang luas. Jika mentari sedang bersinar cerah, puncak Merapi yang kokoh akan terlihat sebagai latar gedung MGM. Namun sayang, sore itu mendung, Merapi terhalang oleh kabut dan awan gelap. Continue reading


Parangndog: Mission Completed

Apapun yang terjadi saya harus tetap berangkat. Tak peduli hujan badai maupun guruh yang menggelegar. Tujuan saya hanya satu. Menaklukkan tebing Parangndog. Sudah sejak lama saya menginginkan hal ini, dan saya tidak ingin rencana yang telah saya susun sejak lama batal gara-gara hujan. Seorang kawan sempat mengirimkan pesan di YM “Hujan Sash, beneran mau berangkat?” saya hanya tersenyum membaca pesannya dan menjawab dengan satu kata “Yupz”, Ya sudah kalo emang tetep mau berangkat, ati-ati di jalan”. Saya kembali tersenyum, tenang saja bung, saya pasti hati-hati, lagi pula tidak ada yang perlu ditakutkan jika ada pria berbaju hitam di samping saya.

Deretan Tebing Parangndog

Continue reading


Yogyakarta, Wisata Tanpa Akhir

Gumregah Merapi anyundhul langit
Padhang mbulan ing candhi Prambanan
Keraton pusering buddhi
Candik ayu ing segoro kidul

Itulah sepenggal lirik lagu berjudul “Jogja Cinta Tanpa Akhir” yang dinyanyikan oleh Katon Bagaskara. Sebuah lagu yang menceritakan tentang eksotisme Yogyakarta sehingga membuat orang terbuai dalam nuansa romantisme kota ini. Membicarakan Yogyakarta memang tidak akan pernah ada habisnya. Salah satu daya tarik yang menjadi ciri tersendiri dari kota berjuluk kota perjuangan ini adalah obyek wisata yang beragam. Mulai dari wisata alam, wisata budaya, wisata religius, wisata belanja, hingga wisata pendidikan, semuanya ada di Yogyakarta. Untuk lebih mengenalkan obyek wisata yang ada di Yogyakarta, Dinas Pariwisata dan Budaya (Disbudpar) Provinsi Yogyakarta menggelar acara yang bertajuk Press Tour 2009 pada 11-12 Agustus 2009. next


Jelajah Wisata 09-08-09

pagi hari di depan rumahnya

pagi hari di depan rumahnya

Akhirnya saya jalan-jalan lagi. Kali ini jalan-jalan dalam artian sebenarnya, yaitu jalan kaki sepanjang kurang lebih 10 km. Melintasi semak belukar, mendaki gunung, lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudra, hehehe. Yupz tepat hari Minggu, 9 Agustus 2009 saya di suruh meliput acara Jelajah Wisata 2009 “The Spirit of Merapi” yang diadakan sama Disbudpar Sleman. Rencana awal saya akan berangkat dengan salah satu rekan saya (sebut saja namanya Kang Klowor), namun secara mendadak dia membatalkan dengan alasan “wah dulurku sek seko Belanda meh teko je,” yasudah akhirnya saya terpaksa berangkat dengan dia yang tak boleh disebut namanya (padahal niat awalnya emang pengen sama dia hehehe). next